Turunkan APK Sambil Tunjukkan Kode Jari Tangan, 2 PTPS Dipecat

Ilustrasi alat peraga kampanye (APK) Pilkada 2020
Ilustrasi alat peraga kampanye (APK) Pilkada 2020
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

VIVA – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Luli Barlini, mengungkapkan telah memecat dua anggotanya yang kedapatan tidak netral jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember esok. Mereka adalah oknum Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).  

“Ada PTPS yang tidak netral sudah kami PAW-kan, kami pecat. Kesalahannya ketika menurunkan APK ada simbol jari. Jadi, kami pecat,”  kata Luli pada Selasa 8 Desember 2020

Adapun kronologi kejadian tersebut, ketika melakukan penertiban, dua oknum PTPS itu memperlihatkan simbol jari yang menjadi ikon pasangan calon tertentu di Pilkada Depok. Setelah dilakukan klarifikasi, Bawaslu Depok akhirnya memutuskan memecat keduanya.

“Hanya dua orang. Mereka melakukan penertiban dan melakukan simbol jari dan kami lakukan klarifikasi semalam dan kami PAW. Langsung kita klarifikasi, panggil ke kantor, sama dengan kota/kabupaten lain,” jelas Luli.

Baca Juga: Pilkada Depok, 2.198 Aparat hingga Mobil Lapis Baja Disiagakan

Terkait apakah ada temuan pelanggar lain, seperti politik uang, Luli mengaku belum mendapatinya “Sampai saat ini belum ada temuan sudah dua hari patroli untuk politik uang,” ujarnya

Luli melanjutkan yang ada temuan soal netralitas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, jenis pelanggarannya bukan politik uang.