Tak Netral di Pilkada Depok, Oknum Kepala Sekolah Masuk Pengadilan

Ilustrasi kesiapan TPS Jelang Pilkada Depok
Ilustrasi kesiapan TPS Jelang Pilkada Depok
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA –  Kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Depok, akhirnya masuk ke babak persidangan pada Selasa, 8 Desember 2020. Terdakwa diketahui berinisial S dan menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri di Depok.

Terdakwa S menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Depok, Selasa siang tadi.

Koordinator Penanganan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Depok, Willi Sumarlin, menuturkan hari ini sidang beragendakan dakwaan.  

“Tadi pembacaan dakwaan, ada sekira delapan saksi yang diperiksa. Karena terdakwa tidak ada pembelaan, dia menerima, maka dilanjut pemeriksan saksi-saksi,” kata Willi.

Adapun tuntutan yang menjerat terdakwa ialah dugaan pelanggaran Pasal 188 juncto Pasal 71 ayat 1, yakni pejabat ASN melakukan tindakan menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon (paslon).

Menurutnya, terdakwa S selalu hadir dalam kampanye salah satu paslon di Pilkada Depok. Padahal, status terdakwa adalah ASN.

“Dia mengakui mengikuti kegiatan kampanye terus hadir di situ,” tuturnya