Angka 25 di TPS Dua Calon Wali Kota Surabaya dan Gubernur Khofifah

Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mencoblos di TPS 25 Wonokromo
Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mencoblos di TPS 25 Wonokromo
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal

VIVA – Ada yang unik dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 9 Desember 2020. Nomor Tempat Pemungutan Suara (TPS) tempat dua calon wali kota berlawanan, Eri Cahyadi dan Machfud Arifin, menggunakan hak suaranya sama-sama berangka 25.

Begitu pula di TPS Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mencoblos, juga berangka 25.

Eri mencoblos di TPS 25 yang berlokasi di Balai RW 9 kawasan perumahan elit di Ketintang Selatan, Kecamatan Wonokromo. TPS ini berdekorasi kain merah putih. Berbungkus kain putih, kursi-kursi ditata berjarak-jarak. Semua petugas menggunakan masker. Sementara di pintu halaman yang berpagar kawat, tempat mencuci tangan disediakan.

Eri datang mencoblos bersama istrinya, Rini, setelah sungkem ke rumah kedua orangtuanya yang tak jauh dari TPS. Mengenakan kemeja putih dipadu celana jin biru dan berpeci hitam, calon wali kota bernomor urut satu itu tiba di TPS 25 sekira pukul 07.30 WIB. Ia dan istri juga bermasker. "Dari kecil saya ke mana-mana izin ke ibu dan abah," kata Eri. 

Adapun calon Wali Kota Surabaya nomor urut dua, Machfud Arifin, mencoblos di TPS 25 Jalan WR Supratman, Kecamatan Tegalsari. Sama dengan TPS Eri mencoblos, TPS di dekat rumah Machfud mencoblos juga tertata dengan penerapan protokol kesehatan. Machfud dan istri, Lita Machfud, juga datang dengan bermasker.

Sebelum ke TPS, Machfud juga berziarah ke makam kedua orangtuanya di TPU Keputih, Sukolilo. Mengenakan kemeja putih, mantan Kapolda Jatim itu tiba di TPS sekira pukul 10.00 WIB. Usai mencoblos, ia kemudian berdoa sebagai usaha terakhir setelah berbulan-bulan menggalang dukungan. "Apapun keputusan kita serahkan ke Allah," ucapnya. 

TPS tempat Khofifah mencoblos juga berangka 25, terletak di halaman sebuah sekolah yang berada di samping rumahnya di Jemursari, Kecamatan Wonocolo. Di jalan kampung depan rumahnya, didirikan terop tempat calon pemilih mengantre, juga petugas berjaga-jaga. Usai mencoblos, ia kemudian ke Mojokerto bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya mengecek protokol kesehatan di TPS.