Rival Bobby Sebut Ada Invisible Hand di Pilkada Kota Medan

Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi saat mendaftar sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan di kantor KPU setempat pada Sabtu, 5 September 2020.
Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi saat mendaftar sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan di kantor KPU setempat pada Sabtu, 5 September 2020.
Sumber :
  • VIVA/Putra Nasution

VIVA – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota H.Ahyar Nasution - H.Salman Alfarisi atau AMAN, mengakui kekalahan dari rivalnya, yakni pasangan Muhammad Bobby Afif Nasution - H.Aulia Rachman. Pasangan tersebut mengaku mendapatkan 48 persen suara di Pilkada Serentak 2020 untuk Kota Medan.

Dengan itu, Akhyar Nasution mengucapkan terima kasih kepada PKS dan Demokrat sebagai partai pengusung, seluruh relawan dan masyarakat Kota Medan yang ikut mendukung pasangan calon nomor urut 1 ini di pilkada.

“Kami berterima kasih. Mudah-mudahan menjadi amal bagi kita semua. Sekali lagi kepada seluruh relawan dan partai pengusung, heroik tetap konsisten ingin memenangkan Akhyar-Salman. Namun ternyata perjuangan kita berakhir di 48 persen. Ini sebuah perjuangan yang luar biasa, kita berjuang di tengah keterbatasan. Sekali lagi Akhyar-Salman mengucapkan terima kasih,” ucap Akhyar Nasution pada jumpa pers di Posko Pemenangan AMAN di Medan, Kamis, 10 Desember 2020.

Baca juga: Airlangga: Golkar Menang 61,11 Persen di Pilkada 2020

Mantan politikus senior PDI Perjuangan itu mengungkapkan, ada invisible hand (tangan tidak terihat) yang ikut dalam pertarungan merebut kursi orang nomor satu di Kota Medan ini. Tapi Akhyar tidak mau memaparkan siapa yang dimaksud.

“Kami juga menyatakan banyak invisible hand yang ikut bermain dalam pilkada Kota Medan ini. Kami tidak dapat memang untuk menyatakan secara eksplisit apa itu invisible hand, tapi kami dapat katakan invisible hand sangat berpengaruh, tapi sangat penuh bermain di Pilkada Medan ini,” ujar Akhyar.

Akhyar juga meminta maaf selama Pilkada Medan 2020, ada perkataan dan perbuatannya sebelum, saat dan setelah kampanye, menyinggung masyarakat Kota Medan. Ia mengajak semua membangun kota Medan bersama untuk kebaikan masyarakatnya.

“Kami Akhyar-Salman memohon maaf. Sesungguhnya nawaitu kami maju Pilkada Medan ingin mewakafkan diri kami untuk Kota Medan. Namun hasil yang kami dapat 48 persen itu. Terima kasih kepada semua,” katanya.