Bom Timika

Wartawan Protes Insiden Pelucutan Kamera

VIVAnews – Kamerawan Jurnalis Indonesia (KJI) tak terima perlakuan aparat polisi yang melucuti kamera wartawan saat peliputan peristiwa pemboman di Timika, Papua. Dua perwakilannya, Robin Douglas dan Titik Prahara melayangkan keberatan ke Markas Besar Polri,  Jakarta, Rabu, 17 September 2008.

img_title PB HMI Kecam Kasus Penyadapan Ilegal, Dorong UU Anti-Spionase

”Kami  hanya sampaikan pernyataan sikap,” ujar Robin sebelum menemui Juru Bicara Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira. Keduanya lantas membagikan selebaran yang berisi kronologis kejadian yang disampaikan tiga wartawan M Yamin, Musatqim Nasir, dan M Taher.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut versi wartawan,  insiden pelucutan kamera terjadi Jumat, 12 September 2008. Saat itu, wartawan sedang meliput gudang barang bukti di Markas Brimob, Kepolisian Daerah Papua. Di sana disimpan satu unit bom berbentuk mortir dan beberapa puing-puing akibat ledakan bom Timika.

img_title Jakarta Bangun IPAL Raksasa di Pluit, 220 Ribu Rumah Bakal Terhubung ke Sistem Pengolahan Limbah

Disebutkan juga, wartawan tak hanya mendapat kekerasan verbal, aparat juga merampas  kaset rekaman.  Kaset itu baru dikembalikan setelah ada perintah dari Kepala Kepolisian Papua Inspektur Jenderal FX. Bagus Ekodanto. Fisik kaset masih utuh, namun isi rekaman telah dihapus.

Terkait soal itu, Abubakar Nataprawira mengatakan insiden terjadi karena wartawan sudah meliput tanpa ijin aparat. ”Kami tidak menghapus, tapi minta wartawan menghapus apa yang sudah didapat,” katanya.

img_title Pasangan Kekasih Penabrak Polisi di Tol Serang Ditangkap, Begini Kronologinya
Pelatih sementara Arema FC Andre Caldas (kiri)

Pelatih Arema FC Murka Singo Edan Dihajar Madura United Tanpa Balas, Soroti Mental Pemain

Arema FC kalah 0-3 dari Madura United di Super League 2026/2027. Andre Caldas menyoroti rapuhnya mentalitas dan konsentrasi pemain setelah kebobolan dua gol.

img_title
VIVA.co.id
6 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut