Kredit Minyak dan Gas BNI Meningkat

VIVAnews - Pemberian kredit dari PT Bank Negara Indonesia Tbk ke sektor minyak dan gas hingga Mei 2008, mengalami tren meningkat.

Kepala Ekonomi Bank BNI A Tony Prasetiantono mengatakan, pemberian kredit ke sektor minyak dan gas tersebut diimbangi dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang juga turun.

"Kredit di sektor ini telah mencapai Rp 27,6 triliun dengan NPL Rp 850 miliar," ujar dia dalam Seminar Ketahanan Energi, Sektor Keuangan, dan Alternatif Pendanaan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 23 Oktober 2008.

Sementara itu, untuk alokasi kredit sektor pertambangan relatif kecil dibandingkan sektor minyak dan gas, yakni Rp 3,5 triliun pada Juni 2008, 2 persen terhadap total kredit BNI.

Sejak 2006, NPL sektor pertambangan cenderung membaik dari sebelumnya 14,7 persen menjadi 7,8 persen. Dan terus menurun mencapai 3,1 persen pada Mei 2008. Angka ini, di bawah NPL rata-rata perbankan yang berada pada 3,7 persen pada periode yang sama.

img_title AFC Resmi Umumkan Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan kehadiran jajaran parlemen dan pimpinan lembaga

OJK Respons Usulan Dasco soal Rating Bursa RI Mandiri Usai Polemik MSCI

OJK memberikan respons terkait usulan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad agar Indonesia menentukan rating pasar modal sendiri di tengah polemik klasifikasi MSCI.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut