Peresmian Gereja Katolik Pertama Kali di Arab Saudi, Cek Faktanya

Beredar postingan peresmian Gereja di Arab Saudi.
Sumber :
  • turnbackhoax.id

VIVA – Akun Facebook Wawan Ahiemza (fb.com/wawan.ahiemza) pada 4 Mei 2021 mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:

Sosok Kriangkrai, PRT Sebabkan Sejarah Berdarah Thailand-Arab Saudi

“Sekretaris kardinal vatikan dan raja arab saudi, meresmikan gereja katolik pertama kali di arab saudi.”

Penjelasan

Arab Saudi-Thailand Berselisih 30 Tahun karena PRT Pangeran

Dilansir dari turnbackhoax.id, berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto yang diklaim sebagai Raja Arab Saudi dan sekretaris Kardinal Vatikan meresmikan gereja Katolik pertama kali di Arab Saudi merupakan klaim yang salah.

Faktanya, bukan Raja Arab Saudi. Foto itu adalah foto seorang menteri Uni Emirat Arab (UEA) dan utusan Vatikan menghadiri acara pembukaan gereja Katolik kedua di Abu Dhabi pada tahun 2015.

Arab Saudi-Thailand Pulihkan Diplomatik Setelah 30 Tahun Tak Akur

Melansir dari AFP, pencarian gambar terbalik di Yandex menemukan foto yang sama, yang diambil oleh AFP pada tanggal 11 Juni 2015.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: “(Dari kiri ke kanan) Menteri Luar Negeri Vatikan Kardinal Pietro Parolin; Menteri Pemuda, Kebudayaan dan Pengembangan Masyarakat UEA Sheikh Nahayan bin Mubarak Al-Nahayan; dan Nunsius Apostolik dan utusan untuk Jazirah Arab Uskup Agung Petar Rajic ambil bagian dalam upacara pembukaan gereja Katolik kedua yang didedikasikan untuk St Paul di distrik industri Abu Dhabi, Musaffah, pada tanggal 11 Juni 2015.”

Gereja St Paul terletak di Musaffah, di ibu kota UEA, Abu Dhabi. Peresmian gereja tersebut juga dilaporkan oleh media UEA seperti Khaleej Times dan The National.

Kesimpulan

Jadi, itu bukan Raja Arab Saudi. Foto itu adalah foto seorang menteri Uni Emirat Arab (UEA) dan utusan Vatikan menghadiri acara pembukaan gereja Katolik kedua di Abu Dhabi pada tahun 2015.

Selama ini perempuan Saudi hanya bekerja di bidang yang terbatas seperti guru dan tenaga kesehatan karena ketatnya pemisahan jender. (Reuters: Hamad I Mohammed)

Lowongan Masinis Perempuan di Saudi Dibanjiri 28 Ribu Pelamar

Sebuah lowongan kerja sebagai masinis perempuan di Arab Saudi dibanjiri oleh 28 ribu pelamar, padahal hanya 30 posisi yang tersedia. Antusiasme perempuan bekerja.

img_title
VIVA.co.id
17 Februari 2022