Cek Fakta: Cacar Monyet Efek Samping Vaksin AstraZeneca

Beredar sebuah unggahan di Facebook membagikan gambar yang berisi kabar bahwa pandemi cacar monyet telah dimulai.
Sumber :
  • Cekfakta.com

VIVA – Beredar sebuah unggahan di Facebook membagikan gambar yang berisi kabar bahwa pandemi cacar monyet telah dimulai. Dalam unggahan tersebut juga mengklaim bahwa kandungan vektor adenovirus simpanse dalam vaksin COVID-19 AstraZeneca menjadi penyebab cacar monyet menginfeksi manusia sehingga dapat menularkan ke orang lain.

img_title Apa Itu Virus Shamonda yang Bikin Geger Prancis? Pasien Pertama yang Terinfeksi Meninggal Dunia

HASIL CEK FAKTA

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut salah. Faktanya vaksin COVID-19 AstraZeneca COVID-19 menggunakan vektor vaksin adenovirus simpanse untuk mengangkut instruksi genetik ke tubuh guna memicu produksi protein lonjakan yang mirip dengan virus SARS-CoV-2.

img_title Pria 61 Tahun di Spanyol Meninggal karena Cacar Monyet

Profesor Yoo Jin-hong , seorang ahli epidemiologi di Universitas Katolik Korea, mengatakan bahwa virus cacar monyet dan adenovirus simpanse yang digunakan dalam vaksin AstraZeneca adalah virus yang berbeda dan tidak menyebabkan penyakit pada manusia.

Dengan demikian klaim Cacar Monyet Disebabkan dari Efek Samping Vaksin COVID-19 AstraZeneca merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

img_title Flu Burung Pernah Mewabah di Indonesia, Begini Cara Pemerintah Menekan Penyebarannya

KESIMPULAN

Klaim tersebut salah, faktanya pakar kesehatan telah mengonfirmasi bahwa penyebab penyakit cacar monyet berbeda dengan vektor adenovirus simpanse yang diklaim berada dalam kandungan vaksin AstraZeneca. Vektor adenovirus dalam AstraZeneca tidak menyebabkan penyakit pada manusia.

RUJUKAN

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

https://cekfakta.com/focus/10114

Kepala BRIN, Arif Satria

Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Percepat Riset Vaksin Malaria

Arif menjelaskan BRIN saat ini memiliki empat kandidat vaksin malaria. Secara keseluruhan, terdapat sekitar lima atau enam kandidat vaksin malaria di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut