Asteroid Mengintai Bumi, Umat Manusia Terancam Musnah?
- www.pixabay.com/TBIT
Selanjutnya, mencari tempat baru>>>
Mencari tempat baru
Asteroid 2002 AJ129 memiliki lebar 1,1 kilometer, atau lebih panjang dari gedung pencakar langit tertinggi dunia, Burj Khalifa, yang panjangnya 0,8 kilometer.
Asteroid ini akan meluncur mendekat bumi dengan kecepatan 67 ribu mil per jam, atau 10 kali lebih cepat dari kecepatan pesawat hipersonik North America X-15.
Fisikawan Stephen Hawking mengungkapkan, manusia tidak punya pilihan lain selain mencari tempat baru untuk hidup.
Menurutnya, mau tidak mau, manusia harus meninggalkan Bumi, karena cepat atau lambat, manusia bisa punah, yang salah satunya, akibat hantaman asteroid.
Untuk itu, ia mengajak semua bangsa untuk fokus lagi ke misi antariksa. Hawking meyakini, pada 2020, manusia sukses mendarat lagi di Bulan, dan lima tahun berikutnya, manusia harus sudah bisa menginjakkan kaki di Planet Mars.
"Menyebar ke luar angkasa akan mengubah sejarah manusia, sebab Bumi tidak bisa dihuni selamanya. Misi antariksa, merupakan ambisius baru yang akan menarik banyak anak muda dan meningkatkan ketertarikan pada bidang lain seperti astrofisika dan kosmologi," kata Hawking, seperti dikutip BBC.
Ia kembali meyakinkan bahwa satu-satunya tempat berpijak adalah pergi dari Bumi dan merambah antariksa merupakan satu-satunya cara menyelamatkan diri. “Saya yakin, manusia harus meninggalkan Bumi. Saya juga berharap, bangsa-bangsa di dunia tak bertikai dan fokus pada upaya menyelamatkan manusia," ungkap dia, menekankan.
Berikutnya, benda luar angkasa>>>
Benda luar angkasa
Mengutip Vox, lima tahun lalu, sebuah benda luar angkasa menghantam wilayah Chelyabinsk, Rusia. Ledakannya mampu membuat kerusakan pada 30 kilometer wilayah di sekitarnya, di mana 7.000 gedung rusak parah, 1.500 orang terluka parah meskipun tidak ada korban jiwa.
Ledakan dahsyat itu disebabkan oleh benda luar angkasa berukuran 20 kilometer. Peristiwa yang terjadi 15 Februari 2013 lalu tersebut, cukup membuat shock semua orang. Yang terpenting, warga dunia menyadari jika ternyata ada ancaman dari luar angkasa terhadap kelangsungan hidup di Bumi.
Apalagi, dengan kenyataan bahwa ada sekitar jutaan asteroid yang beredar di sistem tata surya kita. Tidak heran, jika negara adikuasa Amerika Serikat, membuat program pemantauan bertajuk Near Earth Object (NEO), yang mendeteksi keberadaan benda luar angkasa sampai jarak 40 ribu mil dari Bumi.