Waspada Tumpahan Virus dari Langit

Pengembangan vaksin untuk virus Zika.
Sumber :
  • REUTERS/Mike Segar

Fakta terbaru datang dari para ilmuwan dari tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Spanyol. Mereka menyebut ada miliaran virus bertebaran dan mengelilingi atmosfer Bumi.

img_title Hujan Ini Sudah Mencapai Puncak, Catat Waktunya

Mereka mengklaim bahwa virus-virus ini diangkut di bagian belakang partikel organik yang tersuspensi di udara dan gas, kemudian turun ke tanah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut salah satu ilmuwan, Curtis Suttle, ini bisa menjelaskan bagaimana virus yang identik secara genetik dapat ditemukan dalam jarak yang sangat jauh, dengan menumpang partikel-partikel kecil yang tersapu ke atmosfer.

img_title Geger Ratusan Sampah Melayang-layang

Ia bersama ilmuwan lainnya, untuk pertama kali, menghitung jumlah virus yang tersapu dari tanah ke atmosfer. “Jumlahnya sangat besar, sampai miliaran per meter persegi," kata dia, seperti dikutip dari News.sky.

Suttle, ahli virologi dari Universitas British Columbia, AS, menambahkan, untuk virus dan bakteri yang tidak mencapai ketinggian stratosfer, mereka akan terangkat jauh di atas zona di mana cuaca kondisi cuaca sedang berubah.

img_title Kagum dengan Atmosfer Luar Biasa di GBK, Ini Kesan Pelatih Filipina Tom Saintfiet

Ia mengatakan bahwa pada ketinggian troposfer, mereka dapat dibawa ribuan kilometer sebelum dibuang kembali ke tanah. “Kami sudah mengidentifikasi ada sekitar 800 juta virus per meter persegi mengendap di atas lapisan batas planet kita,” ungkapnya.

Suttle menuturkan, miliaran virus dan puluhan juta bakteri per meter persegi terdeteksi sedang diangkut oleh atmosfer di lokasi platform yang tinggi di Pegunungan Sierra Nevada di Spanyol.

"Bakteri dan virus biasanya disimpan kembali ke Bumi melalui hujan dan gangguan alam lainnya seperti badai di Sahara. Sayangnya, hujan kurang efisien menghilangkan virus dan bakteri dari atmosfer," tutur dia.

Tinggalkan Bumi

Ancaman virus ini pulalah yang membuat Fisikawan Stephen Hawking punya ambisi besar, yaitu mendorong manusia meninggalkan Bumi dan mencari tempat hidup yang lebih aman dan nyaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya ingatkan kalau kita (manusia) akan mengalami kepunahan akibat dari berbagai ancaman, seperti virus rekayasa genetika. Jika beruntung, manusia masih memiliki waktu 200 tahun untuk meninggalkan Bumi," katanya, mengingatkan, seperti dikutip Dailymail.

Hawking juga telah mengusulkan negara-negara maju untuk bekerjasama mengirim astronaut mereka ke Bulan pada 2020 dan Planet Mars lima tahun kemudian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut