Dilema Becak Listrik di Ibu Kota
- ANTARA Foto/Aprilio Akbar
Perusahaan Listrik Negara (PLN) punya jawabannya. Mereka telah menyediakan sebanyak 700 stasiun penyediaan listrik umum yang tersebar di beberapa wilayah di DKI Jakarta. Sampai akhir tahun ini ditargetkan ada 1.000 SPLU di Ibu Kota.
"Masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan kendaraan (listrik), karena kami sudah menyiapkan 700 SPLU tersebar di Jakarta dan sudah aktif semua," ujar General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, Ikhsan Asaad.
Ia menjelaskan, SPLU ada di sekitar pedagang kaki lima, pusat perbelanjaan atau mal hingga kantor-kantor pemerintahan. “Cara pengisiannya gampang, tinggal pasang saja, tarik kabel dan langsung nyala. Masyarakat cukup beli token listrik saja," ujarnya menjelaskan.
![]()
Keberadaan becak listrik mungkin sudah siap secara infrastruktur. Sayangnya, hal itu tidak lantas membuat masyarakat puas. Sejarah kelam becak yang kerap membuat semrawut lalu lintas jadi buah bibir warga.
Hal itu juga menjadi sorotan pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus. Menurut dia, pada prinsipnya becak adalah sarana transportasi dengan tiga roda. Kendaraan ini disebut becak, karena pengemudi dan sumber tenaganya adalah manusia.
“Sekarang saja sudah semakin banyak becak yang dipasangi mesin sepeda motor bodong (tanpa surat-surat). Saya belum pernah lihat polisi menilang dan menyita kendaraan jadi-jadian ini,” ujarnya kepada VIVA, Senin 12 Maret 2018.
Ia menjelaskan, becak yang dipasangi mesin bisa melaju lebih kencang dan menempuh jarak yang lebih jauh. Namun, kematangan sosial pengemudi becak di jalan umum masih rendah. “Ada hal lain lagi. Begitu dipasangi motor listrik, bukan becak lagi namanya. Akan sama saja dengan Helicak atau Bajaj,” ujarnya menambahkan.
![]()
Itu sebabnya, ia menyarankan agar becak listrik dibatasi jumlah dan wilayah operasionalnya, sama seperti moda transportasi tanpa trayek lainnya. Misalnya hanya di pemukiman saja, tidak boleh masuk jalan besar.
Yannes juga mengungkapkan keraguannya akan masa depan becak listrik. Sebab, menurutnya alat transportasi itu akan kalah bersaing dengan layanan yang sudah ada lebih dulu. “Peran becak listrik akan sulit melawan Grab Bike dan Gojek, yang mobilitasnya lebih tinggi, lebih murah serta berbasis internet.” (mus)