Ancaman Badai Matahari Bukan Berarti Kiamat
- Reuters
Ledakan X20 merupakan bagian dari Solar Cyle 22, siklus Matahari ke-22 sejak perekaman aktivitas bintik Matahari pada 1755.
![]()
Diketahui, Matahari mengikuti siklus bintang aktif yang khas. Sekitar tiap 11 tahun, energi dari tingkat lebih tinggi dari permukaan Matahari berpindah ke area dengan tingkat yang lebih rendah. Dinamika ini mengakibatkan ledakan surya ke Bumi.
Saat ledakan X20, perusahaan listrik di Amerika Utara, Inggris, Eropa Utara, dan lokasi lainnya telah mengantisipasi, dan berhati-hati mengevaluasi risiko arus yang diinduksi badai geomagnetik.
Sejak 1995, badai geomagnetik dan ledakan di permukaan Matahari telah dipantau oleh satelit Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) milik Badan Antariksa Amerika Serikat.
Menurut data SOHO, ledakan surya terkuat yang pernah diukur dengan metode modern terjadi pada 28 Oktober 2003. Ledakan surya modern juga pernah terjadi antara 2012 dan 2014.
Saat itu, NASA menegaskan, ledakan di permukaan Matahari selama periode tersebut tak akan menghancurkan Bumi secara fisik.