'Nepotisme' di Jagat Hiburan
- Instagram Maia
Brandon yang memerankan Beni di film Dilan 1990 namanya mulai naik daun. Dan diakui Brandon, kesuksesannya itu kerap dihubung-hubungkan dengan nama sang ayah. Ia pun tak menampik bahwa kesuksesannya itu juga tak lepas dari campur tangan ayahnya. Ferry adalah guru akting Brandon. Ia juga sering bertukar pikiran dengan ayahnya terkait akting.Â
Sukses di bawah bayang-bayang nama orangtua memang tidak mudah. Meski demikian, diakui Brandon itu bukan menjadi beban, justru menjadi tantangan baginya untuk menjadi lebih baik dan terus mengasah kemampuan aktingnya, agar memberikan yang terbaik.
Sebagai ayah, Ferry Salim sangat bangga melihat potensi anaknya yang terjun ke dunia hiburan. Ia mendukung penuh keputusan Brandon sebagai artis. ia juga tak ikut campur dalam film atau acara yang akan dibintangi putranya tersebut.Â
Sementara itu, Rizky Febian yang merupakan anak dari komedian Sule juga memilih berkarier di dunia hiburan. Ia tak mengikuti jejak Sule sebagai komedian. Rizky lebih menekuni dunia musik. Ia pun ingin dikenal sebagai penyanyi lewat karya-karyanya daripada nama sang ayah, yang memang sangat populer di Indonesia.Â
Perjuangan Rizky tak sia-sia. Lagu yang dinyanyikannya mendapat respon positif. Hal ini menjadi kebanggaan bagi Rizky juga Sule.Â
![]()
Nepotisme memang sulit dipisahkan dari dunia artis. Bukan hanya sekadar nama besar orangtua. Beberapa artis mampu tampil di film maupun televisi karena memiliki kakak atau adik yang lebih dulu populer. Salah satunya adalah Billy Syahputra. Nama Billy mulai dikenal publik sejak diajak sang kakak, almarhum Olga Syahputra di sejumlah acara yang dibintanginya.Â
Billy sendiri mengaku pada awalnya ia tak tertarik terjun menjadi artis, mengikuti kakaknya. Ia justru memiliki cita-cita menjadi tentara atau polisi. Sayangnya, kenyataan tak seindah bayangan. Nilai akademiknya tidak menunjang. Dan membuat Billy melupakan cita-cita masa kecilnya itu.
Sepak terjangnya sebagai artis, diceritakan Billy bukan secara instan. Ia lebih dulu menjadi sopir Olga. Tak disangka, kebiasaannya menemani Olga membuahkan rezeki. Bermula dari sebuah program sahur yang diisi Olga. Saat Olga sakit, Billy menjadi penggantinya.