Geng Mama-mama Muda, Aduhai Serunya

Geng selebiriti Girls Squad
Sumber :
  • instagram

Begitu juga yang dilakukan kelompok Celfit Cibel Family. Diakui Puti, setiap seminggu sekali mereka menggelar pengajian. 

img_title Terungkap, Alasan Ayu Ting Ting Tak Masuk Geng Artis

"Jadi kita ngaji bareng karena mayoritas rata-rata berhijab. Biasanya hari Kamis. Kita sudah punya komitmen jadi enggak hanya olahraga saja, duniawi aja tapi juga diseimbangkan dengan mengaji," ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Puti, memiliki kelompok tak selalu negatif. Justru banyak hal positif yang didapatkan setelah sering berkumpul dengan kelompok olahraganya tersebut.

img_title Persib Lolos 16 Besar ACL 2, Ferry Paulus: Bukti Sepak Bola Indonesia Sudah Jauh Meningkat

"Daripada kita menghabiskan waktu di sekolah anak ngerumpi dengan ibu-ibu yang lain, mending olahraga. Dari enggak kenal, jadi kenal dan saling berbagi informasi, networking, saling support," ujarnya. 

Hal senada juga diungkapkan Achie. Lebih banyak positifnya daripada negatifnya dengan adanya kelompok pertemanan tersebut.

img_title Batik yang Dipakai Jokowi di Sidang Ijazah Palsu Jadi Sorotan, Ternyata Punya Makna Tersirat

"Jadi suami-suami kita juga saling kenal, nambah teman dan informasi," katanya. "Insya Allah persahabatan kita positif," tambahnya.

Apa kata psikolog?

Tidak dipungkiri, yang namanya geng atau kelompok bukan hanya milik selebriti, musisi atau orang kenamaan lainnya. Namun orang awam juga memiliki perkumpulan sendiri hanya saja tidak terpublikasi karena bukan dari kalangan siapa-siapa.

Bahkan, kelompok ibu-ibu muda ini juga tak mau kalah dari geng selebriti. Mereka membentuk atau memiliki geng dengan nama atau sebutan yang kekinian. 

Tak hanya sekadar berkumpul bersama, para ibu ini juga terlihat kompak di berbagai kesempatan. Melihat keseruan mereka yang dipamerkan di media sosial, rasanya membuat iri para ibu muda lain yang akhirnya terdorong membentuk geng serupa. Tapi, seperlu apa para ibu ini membentuk kelompok pertemanan seperti itu?

Menurut psikolog Anna Surti Ariani, membentuk geng seperti itu sebenarnya antara perlu dan tidak. Dikatakan perlu karena sebagai ibu mereka tentunya butuh dukungan dan wadah untuk berbagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terkadang para ibu ini ragu dengan pengasuhan anaknya sudah benar atau belum, tumbuh kembangnya harus bagaimana, mereka butuh masuka dari ibu-ibu lain, karena itu butuh kelompok pertemanan tertentu," kata psikolog dengan sapaan akrab Nina kepada VIVA.

Geng atau kelompok pertemanan ini menjadi tidak perlu saat sudah terjadi banyak hubungan yang tidak sehat di dalamnya. Misalnya, ada persaingan yang sangat kental.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut