Avengers: Infinity War, Luar Biasa!
- Marvel
Tetapi, bukan berarti yang lain tak penting. Jika Anda menontonnya nanti, mungkin setuju, karena semua orang bermain dengan porsi yang nyaris sama. Saya sendiri bingung, jika harus menyebutkan siapa superhero yang paling sedikit muncul di film ini.Â
Itulah salah satu keunggulan MCU, dibanding para kompetitornya. Karakter masing-masing superhero berhasil dibangun kuat satu per satu selama 10 tahun. Hasilnya, ada keterikatan emosional yang sangat terasa, tak hanya di antara para karakternya, tetapi juga dengan kita, para penontonnya.Â
Thanos
Jika bicara soal Thanos, penjahat utama yang baru ditunjukkan kekuatan aslinya di film ini, tak kalah menarik dari para superhero Avengers itu sendiri. Thanos, sebenarnya bukan musuh baru bagi Avengers, tetapi Thanos belum pernah beraksi penuh di film-film Marvel Cinematic Universe (MCU) lain.
Thanos pernah disebut-sebut sedikit saja di The Avengers pertama dan Guardians of the Galaxy, tetapi baru kali ini penonton akan dibuat ternganga dengan kekuasaannya.
![]()
Mengapa superhero sebanyak itu tak bisa mengalahkan satu musuh raksasa ungu dengan dagu bergirigi tersebut? Tak mudah, karena Thanos, seperti kita lihat dalam trailernya, mengincar enam Infinity Stones yang jika dia dapatkan semuanya, bisa menghancurkan sebagian dari alam semesta hanya dengan satu jentikan jarinya. Â
Baca: Infografik Mengenal 6 Infinity Stones yang Diburu Thanos
Lantas, apa itu Infinity Stones? Singkatnya, Infinity Stones merupakan batu-batu sakti fiksi yang terbentuk dari singularitas dan ledakan Big Bang. Ada enam, yakni Space, Reality, Power, Time, Soul, dan Mind Stone. Jika disatukan, Thanos tak diragukan lagi, jadi tak terkalahkan.
Pertarungan melawan Thanos, bukan sebuah pertempuran singkat yang bisa diselesaikan hanya dengan kekuatan super para Avengers, seperti dalam film solo mereka masing-masing. Alot, penuh pengorbanan, dan perjuangan.
Anda, bahkan akan tercengang dengan battle di negeri Black Panther seperti yang dimunculkan dalam trailer. Merinding, bak perang-perang dalam film epos, seperti Gladiator, 300, dan sebagainya, yang bercampur dengan nuansa fantasi semacam di Narnia, tetapi dengan gaya yang jauh lebih modern dan sophisticated sekelas Wakanda.