Pesan Mesum untuk Via Vallen

Penyanyi Via Vallen
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Penyanyi dangdut yang sukses setelah mengikuti ajang pencarian bakat tersebut, mengaku pernah mengalami pelecehan seksual ketika dirinya masih menjadi penyanyi dangdut di daerah. 

img_title Wika Salim Tampil Menyentuh sebagai Tata: Janda Tangguh yang Menghidupi Keluarga Lewat Musik Dangdut di Mendadak Dangdut

"Iya dulu waktu menjadi penyanyi dangdut di daerah-daerah aku sering digituin (mengalami pelecehan), ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Selasa, 5 Juni 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Evi Masamba

img_title Dikritik Netizen Gegara Nyanyi Lagu Pica-Pica dan Stecu, Dewi Persik Tak Tinggal Diam!

Diakui Evi penyebab dirinya mengalami pelecehan adalah karena citra penyanyi dangdut selama ini yang dianggap sebelah mata oleh masyarakat terutama lelaki hidung belang.

"Iya, mungkin karena citra penyanyi dangdut ya bisa diapa-apain padahal mah enggak, saya benar-benar kerja niatnya untuk cari uang tidak ada yang lain," ungkap Evi.

img_title Tes Bahasa Jawa ke Meta AI, Via Vallen Serasa Ngobrol dengan Teman Sendiri

Ia juga mengungkapkan bahwa citra penyanyi dangdut tidak bisa dianggap sebelah mata, banyak dari penyanyi dangdut yang memiliki citra baik dan benar-benar bekerja untuk menghibur dengan bernyanyi dan mencari uang.  

Komisioner Komnas Perempuan, Masruchah juga melihat banyak selebriti perempuan yang juga dilecehkan secara verbal namun menganggapnya biasa. Hal itu kemungkinan karena mereka tidak paham, atau juga adanya posisi tawar relasi kuasa. 

"Jadi kadang ya mereka terpaksa menerima saja dan membiarkan apa yang diterimanya. Ada kemungkinan khawatir dipecat atau dijauhi oleh rekan-rekan lainnya," tuturnya. 

Dukungan Komnas Perempuan

Sementara itu Masruchah yang dihubungi VIVA, Rabu 6 Juni 2018 mengatakan kasus yang dialami Via Vallen masuk dalam kategori pelecehan seksual berbasis siber. 

"Masuk kategori pelecehan seksual berbasis siber. Dan ini masuk dalam pelecehan seksual non fisik," kata dia. 

Menurutnya berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan 2018, pelecehan seksual berbasis siber masuk kategori kedua terbanyak kedua dari kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masruchah menilai tindakan yang dilakukan Via Vallen harus didukung karena sudah merupakan bentukan keberanian perempuan yang telah menjadi korban pelecehan. Ia menilai tindakan Via mengumumkan pelecehan yang menimpanya ke media sosial adalah tindakan tepat.

"Apa yang dilakukan oleh Via perlu didukung karena ia telah berani speak up dan bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia, jangan karena tokoh terkenal bisa sembarangan melakukan hal itu," ujarnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut