SBY Mulai Jatuh Hati ke Prabowo
- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
"Konteksnya hari ini AHY sudah cukup diperhitungkan dalam berbagai survei sebagai cawapres potensial. Dan saya kira, SBY sebagai Ketum PD berupaya membangun kesepakatan agar AHY menjadi cawapres calon lainnya, entah apakah itu Jokowi, Prabowo ataupun calon alternatif lainnya. Jika kemudian AHY bisa dikonfirmasi sebagai cawapres, saya kira PD akan menuju ke sana dalam koalisinya," kata Idil saat dihubungi VIVA.
![]()
Tak hanya itu, Idil menilai jika Demokrat tengah mempertimbangkan segala hal. Sebab jika memunculkan nama baru untuk menyaingi Joko Widodo dan Prabowo dianggap sulit.
"Memang ada nama GN (Gatot Nurmantyo) namun hingga hari ini elektabilitasnya masih kalah jauh dengan dua nama tersebut. Selain itu pula, kalau harus berpasangan dengan AHY akan memungkinkan munculnya resistensi karena keduanya berlatar belakang militer," kata dia.
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari malah berpendapat lain. SBY dianggap bisa saja mendukung Jokowi karena sudah ada tanda-tanda yang jelas. Misalnya Jokowi hadir ke acara demokrat, mengeluarkan pernyataan yang asosiatif misal saya seorang demokrat. Lalu ada gestur bersahabat mendekatkan AHY ke sebelah dirinya. Kemudian pertemuan anak-anak Jokowi dengan AHY beberapa kali.
"Itu sinyal yang cukup banyak di luar adanya saling sahut soal beberapa persoalan yang bisa jadi kendala dua kekuatan politik ini. Kemungkinan lain, bergabung dengan kubu Prabowo malah sinyal agak lebih redup. Saya dengar dua orang ini enggak begitu cocok. Memang beliau berdua satu angkatan (di militer) yakni angkatan tahun 1973 boleh dibilang saling bersaing. Jadi yang terbaik walau Pak Prabowo pernah terkena sanksi sehingga dia lulus tahun 74. Yang jelas, pertemuan SBY dengan Prabowo sampai sekarang belum terwujud," ucap Qodari.