Kematian Tak Lagi Misteri

Ilustrasi jenazah.
Sumber :
  • REUTERS/Yuriko Nakao

Selain memprediksi kapan pasien meninggal, teknologi kecerdasan Google itu juga bisa memprediksi berapa hari pasien bakal dirawat di rumah sakit. 

img_title AI Bisa Menghemat Banyak Waktu, tetapi Ada Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Saat Menyerahkan Pekerjaan

"Model ini mengungguli model tradisional, secara klinis menggunakan model prediktif di semua kasus. Kami percaya pendekatan ini bisa digunakan untuk membuat prediksi lebih akurat dan memiliki skala prediksi untuk berbagai skenario klinis," tulis peneliti dalam penelitian tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian ini berfokus pada bagian dari fitur catatan kesehatan elektronik (Electronic Health Records atau EHR). Cara tersebut lebih baik dari mengambil semua data yang tersedia di sana seperti catatan teks bebas klinik, juga beberapa struktur dan semi-struktur data.

img_title Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Wanita di Tangerang

Ilustrasi kecerdasan buatan

Menurut laporan, hasil Medical Brain sudah memuaskan, namun perusahaan digital raksasa itu tak puas dengan akurasi 95 persen. Google ingin Medical Brain makin akurat dan cepat dalam membaca dan mengevaluasi riwayat medis pasien.

img_title Polisi Akhirnya Buka Suara Soal Siapa Sosok Sutrimo, Pria Tewas Misterius yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah

Manfaat lainnya, Google juga ingin sistem kecerdasan buatan milik mereka bisa secara akurat memprediksi gejala dan penyakit.

Ambisi Google memprediksi kematian seseorang bukan kali ini saja. Anak perusahan Google, DeepMind juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang meramalkan kapan seseorang berakhir hidupnya. 

Hampir mirip dengan teknik pada Medical Brain, dikutip dari Sputniknews, awal Maret lalu DeepMind bekerja sama dengan Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat. Kecerdasan buatan DeepMind menganalisis catatan medis sekitar 700 ribu veteran perang dari angkatan darat, dan berharap mesin pembelajaran (machine learning/ML) itu mampu secara akurat mengidentifikasi faktor risiko untuk pasien yang menderita acute kidney syndrome (AKI) atau pneumonia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kecerdasan buatan DeepMind akan membantu dokter dan perawat untuk turun tangan lebih cepat dan mengurangi jumlah kesalahan medis yang disebabkan oleh apa yang disebut 'faktor manusia' atau menuju kematian. Namun pada akhirnya, para peneliti ini berharap, mereka bisa menerapkan pendekatan serupa terhadap indikator kemunduran pasien lainnya juga.

Google merupakan salah satu dari beberapa perusahaan yang ingin mengambil manfaat AI untuk menerjemahkan tantangan dalam bidang kesehatan, salah satu fungsinya yakni menentukan kapan kematian seseorang. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut