Menebak Peta Koalisi Pilpres 2019 Usai Pilkada
- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
"Misalnya siapa yang ngira Sudirman Said baru 3 bulan, enggak punya uang, enggak punya logistik. Ganjar kerja hampir 5 tahun dan itu basis kuatnya PDIP, tapi (Sudirman) bisa dapat 43 persen, bayangkan," kata Zulkifli.
Respons juga disuarakan elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan kubu pendukung Joko Widodo. Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani menekankan kemenangan Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat, Ganjar Pranowo di Jawa Tengah, dan Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur akan memberikan poin lebih untuk dukungan Jokowi di Pilpres 2019.
"Karena ketiganya, Khofifah, Emil, Ganjar itu pendukung Jokowi," tutur Arsul kepada VIVA, Kamis, 28 Juni 2018.
Baca: Nasib #2019GantiPresiden Usai Jagoan Gerindra-PKS Tumbang di Jabar
Arsul mengklaim koalisi pendukung Jokowi saat ini yang sudah terbentuk akan solid dan tak bermasalah. Justru, kata dia, jumlah pendukung koalisi diklaim akan bertambah seiring sisa waktu sebelum pendaftaran pasangan capres dan cawapres pada awal Agustus 2018.
"Insya Allah, kami solid, tidak berubah. Tapi, malah bertambah 1-2 partai. Masih ada waktu 2-3 minggu juga untuk merembukkan cawapres untuk Jokowi," sebut Arsul.
Sejauh ini, parpol yang menyatakan mendukung Jokowi di Pilpres 2019 adalah PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, dan Hanura. Ada juga partai nonparlemen seperti PSI, Perindo, dan PKPI.
Foto: Presiden Joko Widodo dan Cagub Jabar Ridwan Kamil.
Fashion Show Politi
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Media Survei Nasional, Rico Marbun, mengatakan Pilkada 2018 diibaratkan fashion show politik sebelum rangkaian Pemilu serentak 2019 yang terdapat Pilpres.
"Di sini akan terlihat kekuatan riil dari mesin politik partai serta tokoh tiap partai," ujar Rico kepada VIVA, Kamis, 28 Juni 2018.
Rico menganalisis hasil Pilkada 2018 versi quick count ini sebagai 'kemenangan' Jokowi, bukan PDIP. Ia melihat secara riil politik, Jokowi kerap memberikan gestur kedekatan terhadap calon kepala daerah yang dekat dengannya. Beda pilihan dengan PDIP.
"Karena riilnya begitu, sering memberikan gesture kedekatan yang dekat dengannya. Tapi, bukan dari PDIP," sebut Rico
#2019GantiPresiden Tetap
![]()
Foto: Prabowo Subianto bersama Ahmad Heryawan dan Presiden PKS Sohibul Iman.