Selamat Beribadah Haji
- Rifki Arsilan
Tak Khawatir Kehausan
![]()
Kementerian Agama menjamin jemaah haji Indonesia tak akan kehabisan air selama menjalani ibadah haji di Tanah Suci, khususnya saat wukuf di Arafah. Pihak Kemenag siap membekali para jemaah dengan minuman air mineral botol.
"Untuk antisipasi cuaca panas Arafah, jangan sampai mereka dehidrasi. Selain paket katering ada juga dua botol air mineral yang 600 ml, jadi satu liter lebih," ucap Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis, di Kementerian Agama saat pembekalan MCH 2018, beberapa waktu lalu.
Sri mengutarakan hal tersebut lantaran tidak sedikit jemaah haji yang lupa untuk membawa bekal minuman saat bertolak dari pemondokan atau hotel.
"Ini untuk antisipasi jika jemaah haji lupa bawa air," ucap Sri Ilham Lubis.
Gelang Haji yang Canggih
![]()
Musim haji tahun ini, sejumlah inovasi ditunjukkan oleh Kementerian Agama guna memberikan pelayanan terbaiknya untuk para jemaah haji. Seperti salah satunya, gelang haji yang lebih canggih.
Tak hanya sebagai tanda pengenal, gelang jemaah haji Indonesia tahun ini dilengkapi dengan QR code. Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Nasrullah Jasam mengatakan, QR code pada gelang itu memuat data rinci jemaah haji, antara lain, identitas, daerah asal, termasuk nomor hotel yang ditempati selama di Arab Saudi.
“Saat ini, gelang jemaah masih dalam proses produksi. Saya sudah ambil sampelnya untuk disimulasikan dengan scan QR code untuk memastikan kode itu support dengan aplikasinya,” ujar Nasrullah.
Bagian dalam gelang, tercetak grafir Kementerian Agama beserta logo dan keterangan tahun. Sementara itu, bagian luarnya, memuat informasi identitas jemaah berupa embarkasi haji dan tahun keberangkatan, nomor kloter, nomor paspor, tulisan Al-Hajj Al-Indonesii (dalam huruf Arab), bendera merah putih, QR code, dan nama jemaah haji.
“Gelang siap pakai diserahkan kepada petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi di setiap asrama haji sesuai dengan kloternya pada saat jemaah akan berangkat ke bandara,” katanya.
Meski gelang haji sekarang memang lebih canggih dengan barcode, namun Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis tetap mengingatkan jemaah jangan pernah sesekali melepasnya.