Ketika Harga Telur Tak Terbendung

Pekerja menyortir telur di Gudang Bahan Pokok Pasar Induk Rau, di Cikepuh, Serang, Banten
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Sebab, para pekerja yang biasanya mengurusi ayam-ayam tersebut ikut libur. Hal itu jelas memengaruhi produktivitas ayam-ayam petelur dalam melakukan produksi. 

img_title Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp75.700 per Kg, Telur Ayam dan Bawang Merah Masih Bertahan Tinggi

"Yang terasa sekarang itu adalah bahwa H-7 sama H+7  (lebaran) itukan kandang praktis kosong, semua memang tidak berproduksi. Disatu pihak Lebaran bisa santai, enak, tapi dilain pihak ya akibatnya begini," paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Heri Dermawan tidak memungkiri, tidak menutu kemungkinan adanya permainan harga di tingkat distributor. 

img_title Bikin Dompet Menjerit, Harga Cabai Rawit Kini Rp68.000 per Kg

"Nah itu dibina lah. Satgas Pangan yang akan turun untuk teliti ini. Buktinya sudah ada, tinggal pendalaman," ungkapnya.

Gerak Cepat

img_title Paviliun Indonesia Raih 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Food and Hospitality Asia 2026

Pemerintah merespons cepat kenaikan harga telor yang terjadi saat ini. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengumpukkan seluruh pemangku kepentingan seluruh Indonesia yang terkait komoditas tersebut untuk berdiskusi dan mencari solusi yang terbaik menyelesaikan masalah ini.  

Diskusi yang dilakukan di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin 16 juli 2018. Melibatkan antara lain para peternak dari Blitar, Solo, Klaten dan Sumatera Barat para pedagang ayam, asosiasi petelur, dan integrator. Kemudian ada pula, penjual pakan ternak, Kasatgas Pangan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, hingga Kementerian Pertanian. 

Semua pihak klaim Enggartiasto sepakat untuk menjaga diri agar tidak mengambil keuntungan yang terlalu berlebihan. Sebab dari mata rantai untuk pasokan telur ke konsumen, dari produsen ke distribusi satu (D1) hingga lima (D5) diduga masih ada yang mengambil keuntungan tidak sesuai ketentuan.

"Dari mulai produsen maka secara berjenjang akan meminta D1 dan ke D2 untuk membatasi marginnya. Sampai D3, D5 nya itu nanti kita minta supply datanya. Bagi mereka yang enggak daftarkan, kami tindak," tegasnya.

Untuk itu Enggar berharap, dari upaya tersebut dalam waktu seminggu penurunan harga telur bisa terjadi secara kondusif atau berangsur-angsur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun menegaskan pemerintah bisa saja melakukan intervensi pasar jika memang komitmen pihak terkait tidak dilakukan dengan baik. Namun, hal tersebut ditegaskan merupakan langkah terakhir pemerintah untuk stabilisasi harga. 

"Ini bisa dilakukan (intervensi) dengan minta intergrator untuk mengeluarkan stoknya, dan akan kami lakukan  penjualan langsung di pasar kalau tidak turun dalam 1 minggu. Kalau dia kembali ke harga yang dianggap normal tentu kita tidak intervensi pasar," paparnya. (umi)

Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp120 Ribu, Telur Ayam Ikut Naik Jadi Rp37.500 per Kg

Harga cabai rawit merah mencapai Rp120.000 per kg dan telur ayam Rp37.500 per kg. Berikut daftar harga pangan nasional lengkap dan terbaru dari PIHPS.

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut