WhatsApp Mau 'Keruk Untung'
- REUTERS/Dado Ruvic
Bagaimana dengan pengguna reguler individual? Tetap bisa menggunakan WhatsApp secara gratis, namun jangan kaget kalau di tampilan layar nanti akan diselipi iklan-iklan dari perusahaan yang sudah bayar.Â
Berikutnya, jembatan komunikasi>>>
Jembatan komunikasi
Dilansir media Inggris, Metro, Jumat 3 Agustus 2018, dengan layanan berbayar itu WhatsApp akan membantu perusahaan untuk menjadi jembatan komunikasi dengan konsumen. Istilahnya, mereka akan menjadi salah satu platform pendukung call center sebuah perusahaan.
Perusahaan bisa menggunakan WhatsApp untuk berinteraksi dengan konsumen atau pelanggannya, baik untuk mengirimkan informasi atau hanya sekedar fast respons. Misalnya, perusahaan jasa pengiriman yang bisa memberikan informasi kapan kiriman sampai, atau bisnis penerbangan yang bisa mengirimkan informasi konfirmasi order atau boarding pass melalui WhatsApp.
![]()
Menurut BBC, semakin sering berkirim pesan, maka biaya yang dikenakan juga semakin mahal bila dibandingkan dengan layanan pesan singkat biasa. Sama halnya dengan pesan-pesan lain yang dikirimkan lewat WhatsApp, percakapan tentang bisnis atau aktivitas jual beli ini juga akan dienkripsi.Â
Ini artinya, WhatsApp tidak akan dapat membacanya. Namun, melaporkan berbagai perusahaan akan diizinkan untuk menyimpan salinan pesan di tempat lain dalam keadaan didekripsi.
Tak hanya itu, pengguna atau konsumen pun bisa melakukan interaksi lebih dulu ke perusahaan melalui WhatsApp. Konsumen bisa meminta bantuan informasi atau meminta prosedur teknis dari perusahaan yang dituju.
"Dasarnya adalah menawarkan support atau respons secara cepat dan real-time kepada konsumen. Kami juga akan berhati-hati, sebisa mungkin tak akan membombardir mereka dengan pesan spam," ujar pihak WhatsApp.
Selanjutnya, besaran tarif>>>
Besaran tarif
Semua pengiriman pesan komersil itu tidak akan gratis lagi, tetapi akan dibayarkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Artinya, biaya akan dibebankan jika pesan memperlihatkan centang dua biru.
Menurut laman BGR, chat tersebut akan gratis dipakai pengguna, namun bagi pengusaha pengiklan akan dibebani biaya antara 0,5 hingga sembilan sen atau sekitar Rp72 sampai Rp1.300 per pesan. Kisaran harga ini tergantung dari kebijakan masing-masing negara.