Gempa Pukul Pariwisata Lombok
- ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Keenam kapal tersebut masing-masing adalah satu unit kapal patroli kelas III milik KSOP Lembar Mataram KNP 345 kapasitas 20 orang, dan satu unit kapal kelas I Kenavigasian milik Distrik Navigasi Benoa KN Nusa Penida kapasitas 50 orang. Kemudian, satu unit kapal patroli kelas II milik Pangkalan PLP Surabaya KN Grantin posisi di Kalianget kapasitas 30 orang, dan dua unit fastboat wisata dari Benoa kapasitas masing-masing kapal 20 orang.
Sementara itu, ada satu unit kapal feri KM Dharma Kencana III kapasitas 300 orang diposisikan di dekat Gili. Sebagai transit evakuasi untuk selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Lembar.
![]()
"Kapal-kapal tersebut telah bergerak dari wilayah masing-masing menuju ke Gili Trawangan guna membantu evakuasi para wisatawan dan penduduk yang membutuhkan, pasca terjadinya gempa yang mengguncang wilayah NTB dan sekitarnya, dan sebagian kapal seperti kapal KN 345 sudah berada di lokasi,” katanya.
Dilaporkan sebagian infrastruktur transportasi laut di wilayah NTB mengalami rusak ringan, seperti plafon rusak, genteng jatuh, dinding rentak, dan trestel turun sekitar 15 sentimeter. Namun, secara umum pelayanan di pelabuhan wilayah NTB tetap berjalan normal.
"Angkutan dari Gili Meno ke Pelabuhan Bangsal Pemenang juga sudah mulai beroperasi seperti biasa untuk mengangkut penduduk dan wisatawan. Sedangkan angkutan yang ke Gili Trawangan dan Gili Air pagi ini belum terlihat ada pergerakan. Untuk itu, Kemenbub mengirimkan bantuan kapal patroli untuk mengevakuasi wisatawan dan penduduk dari kedua pulau tersebut," ujar Agus.
Pariwisata terpukul
![]()
Gempa Lombok telah menyebabkan kerugian besar bagi pariwisata nasional, terutama daerah Lombok dan Bali. Ratusan wisatawan terlihat antre di Bandara Internasional Lombok untuk meninggalkan pulau tersebut. Banyak wisatawan mancanegara dan nusantara pun terpaksa menunda, bahkan membatalkan perjalanannya ke Lombok.
Akibat gempa Lombok, sejumlah negara mengeluarkan peringatan perjalanan mengimbau warga negaranya menunda perjalanan ke Lombok untuk beberapa waktu mendatang. Mereka yang berada di Lombok disarankan untuk meninggalkan daerah tersebut.
"Warga Singapura harus menunda perjalanan ke Lombok selama periode ini. Mereka yang saat ini berada di Lombok disarankan untuk meninggalkan daerah tersebut melalui penerbangan komersial, yang masih beroperasi di luar Bandara Internasional Lombok," tulis Channel News Asia, mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Singapura.