Google Akhirnya 'Tunduk' ke China

Logo Google.
Sumber :
  • REUTERS/Thomas Peter

Keduanya sama-sama menawarkan layanan mesin pencarian, komputasi awan, mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta mengembangkan perangkat keras atau hardware. Ia pun mengakui, sepeninggal Google, pertumbuhan bisnis Baidu semakin kuat di rumah sendiri, atau menyerap lebih dari 70 persen pangsa pasar di sana.

img_title Google Siapkan Update Android Auto Terbesar Sepanjang Sejarah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditolak karyawannya sendiri

img_title Pengguna Gmail Baru Menangis! Google Sunat Ruang Penyimpanan Gratis Jadi 5GB

Akan tetapi, langkah Baidu untuk pasang badan ini tidak didukung sepenuhnya oleh pengguna mereka di China. Karena, dalam sebuah polling yang digelar di situs media sosial Weibo, Baidu kalah telak dari Google. Sebanyak 85,7 persen pemilih condong memilih Google ketimbang Baidu yang hanya memperoleh suara 6,6 persen.

Parahnya lagi, ada beberapa pengguna dengan blak-blakan akan meng-uninstall aplikasi Baidu jika nantinya Google bakal benar-benar kembali ke China. Strategi Google ini rupanya tidak didukung oleh sejumlah besar karyawannya.

img_title Indonesia Tekor Rp9,6 Triliun! Ini 5 Modus Licik Penipuan Online Paling Banyak Memakan Korban

Mereka tidak terlalu senang dengan kebijakan perusahaannya yang akhirnya tunduk oleh Undang-Undang Sensor China. Di lain pihak pesaing Google Cloud, Amazon dan Microsoft, juga menggandeng sekutu lokal China. Amazon Web Services menggandeng Beijing Sinnet Technology, sedangkan Microsoft Azure Cloud dengan 21Vianet Group.

Internet masuk China dimulai sejak Januari 1996. Penerapan kebijakan "Great Wall" ini terkait dengan biaya bandwidth internasional yang harus dibayar mahal jika laju lalu lintas menuju situs web-situs web luar yang dinilai terlampau banyak.

Pada 2010, terdapat sekitar 1,3 juta situs web yang diblokir China, termasuk Google. Dalam dunia komputer, Firewall merupakan sistem yang dirancang untuk memblokir akses bagi aplikasi atau program yang tidak sah. Imbasnya tentu ke perusahaan teknologi asing, tak terkecuali para pemain-pemain besar di dunia internet.

Para penantang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Khusus Google, sebelum hengkang pada 2010 diketahui telah diblokir sejak 2002 silam. Menyusul kemudian Facebook dan Twitter yang diblokir pada 2009. Meski mendapat cibiran dari dunia internasional, namun kebijakan tersebut ternyata memberikan dampak positif bagi dunia teknologi domestik.

Muncul layananan-layanan baru yang tak kalah canggih, tentu buatan orang China. Sebut saja Baidu sebagai penantang Google, Alibaba, e-commerce penantang Amazon, Weibo penantang Facebook, serta WeChat penantang WhatsApp.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut