'Naga Terbang' Demi Negeri Naga Merah

Logo Google di Beijing, China.
Sumber :
  • REUTERS/Thomas Peter

VIVA – Pesan sebaris di secarik kertas tertuju ke Google, wait for your back, begitu tertulis. Pesan itu tergurat dari warga China. 

img_title Apple dan Google Tunduk sama Donald Trump, Ganti nama Danau Ontario jadi Amerika

Keinginan Google untuk kembali ke China, memang belakangan santer terdengar. Perusahaan raksasa digital itu sudah lama ditendang dari pasar Negeri Tirai Bambu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terakhir kali, Google hadir di China pada 2010. Delapan tahun puasa dari pasar yang paling seksi di dunia itu, menunjukkan tanda-tanda bakal berakhir.

img_title Google Tidak Berkutik di Rusia

Kabar Google mau kembali ke China sampai ke telinga Senat Amerika Serikat. Wakil rakyat itu langsung menggelar sidang untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Senat mencecar Chief Privacy Officer Google, Keith Enright. Apakah benar kabar Google mengembangkan proyek Dragonfly, demi bisa masuk kembali ke Negeri Naga Merah.

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

Enright menginformasikan, memang perusahaan benar mengembangkan proyek Dragonfly. Tetapi, dia tak tahu detail program itu apakah dijadikan sebagai 'tiket' untuk bisa masuk ke Negeri Tembok Raksasa tersebut.

Petinggi Google itu memang berulang-ulang menegaskan proyek Dragonfly belum akan diluncurkan dalam waktu dekat. Sidang senat menjadi gusar. Senator asal Texas, Ted Cruz sampai memotong penjelasan Enright dan mengatakan, dia tak menanyakan kapan Dragonfly diluncurkan, tapi meminta penjelasan apa maksud program tersebut.

"Saya tidak tahu tentang garis besar ruang lingkup apa dari proyek tersebut," kata Enright, dilansir laman Uber Gizmo, Kamis 27 September 2018.

Dragonfly memang mengemuka belakangan ini, tapi sejatinya program buatan Google ini sudah dibikin pada awal 2017.

Proyek ini merupakan mesin pencarian yang dikhususkan untuk pasar China. Mengingat, negeri ini menerapkan senor super Great Firewall, maka Google menyesuaikan. Mesin pencari ini akan memblokir beberapa website dan kata tertentu, sebagai imbalan mereka bisa masuk lagi ke pasar China

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Investigasi laman The Intercept menunjukkan, beberapa kata yang terkait dengan hak asasi manusia, demokrasi, agama, dan protes damai merupakan beberapa yang akan disensor oleh program Dragonfly tersebut. 

Usut punya usut, tulis The Intercept, program Dragonfly sudah didemonstrasikan Google di depan pemerintah China. Google mengembangkan program Dragonfly dengan menggaet perusahaan lokal dalam skema joint venture.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut