Tsunami Palu dan Luputnya Sirine Bahaya
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Aktivitas sosial di Palu dan Donggala juga lumpuh total. Listrik yang padam dan jaringan telepon yang tak berfungsi membuat sengsara warga semakin nyata. Komunikasi menjadi sulit, dan warga tak bisa beraktivitas dengan nyaman karena suasana yang gelap.
Menkopolhukam Wiranto yang sudah lebih dulu berada di Palu mengaku sudah memerintahkan pada jajaran PLN agar listrik bisa segera dinormalkan kembali. "Sebab kebutuhan listrik sangat vital, dan masyarakat sangat perlu untuk kembali menjalankan hidupnya," ujar Wiranto.
BMKGÂ Terjebak
Gempa dan tsunami Palu menyisakan tanya. Sebab, ketika pertama kali BMKG mengumumkan terjadinya gempa di Palu dengan kekuatan hingga 7,4 pada Skala Richter, peringatan tsunami disampaikan. Namun tak sampai 30 menit, BMKG menyatakan peringatan tersebut diakhiri. Tapi kemudian, tsunami benar-benar terjadi.Â
Nyaris seluruh bangunan yang berada di bibir pantai tersapu habis. Dalam sebuah rekaman video amatir yang menjadi viral, terlihat warga yang berteriak-teriak dari dalam Palu Grand Mall, yang berlokasi tak jauh dari pantai, memperingati orang-orang yang berada di bawah untuk segera naik. Mereka terus berteriak hingga ombak tinggi akhirnya benar-benar menerjang dan menghantam.Â
Dikutip dari BBC, Minggu, 30 September 2018, gempa yang melanda Kota Palu dan Donggala pada Jumat, 28 September 2018, pertama kali terjadi pada pukul 13:59:56 WIB dengan kekuatan 6 pada skala Richter (SR). Gempa berikutnya kembali terjadi pada pukul 17.02.45 WIB dengan berkekuatan 7,4 SR di kedalaman gempa 10 km pada 0.18 LS 119.85 BT.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan parameter yang dimiliki, menyatakan bahwa gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami dengan level tertinggi SIAGA di Donggala Barat dengan estimasi ketinggian gelombang tsunami 0,58 m dan estimasi waktu tiba 17.22.43 WIB, atau sekitar 20 menit sejak gempa terakhir dirasakan. Maka BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami (PDT). Â
Kemudian setelah dilakukan observasi, BMKG menyakan bahwa telah terlewatinya perkiraan waktu kedatangan tsunami, maka Peringatan Dini Tsunami (PDT) ini diakhiri pada pukul 17.36.12 WIB, atau sekitar 34 menit setelah gempa terjadi dan Peringatan Dini Tsunami disampaikan. Tapi, selang beberapa menit setelah Peringatan Dini Tsunami (PDT) ini diakhiri, gelombang tsunami benar-benar menerjang dengan ketinggian 1,5 meter. Dan BMKG mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.Â