Mengubur Duka Lara Gempa Palu
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
“Dihentikan 11 Oktober 2018 itu karena sudah berulang kali saya sampaikan. Dua pekan atau lebih itu jenazah korban sudah rusak, tidak dikenali, dan bisa menimbulkan penyakit," kata Sutopo.
Baca: Pencarian Korban Gempa Palu dan Donggala Disetop Besok
Meski evakuasi korban dihentikan, proses pencarian masih tetap dilakukan. Namun, kata Sutopo, proses pencarian ini tidak mengerahkan personil maupun peralatan evakuasi yang lengkap.
Terkait massa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, diperpanjang dan tetap berlaku hingga Oktober 2018. "Masa tanggap darurat sampai akhir bulan ini ya," ujarnya.
Fokus Pra Rekonstruksi
![]()
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid mengingatkan pemerintah harus memikirkan dampak penghentian proses evakuasi korban gempa. Ia menyebut maksud dampaknya terhadap keluarga korban yang anggota keluarganya belum ditemukan.
"Bagaimana pemerintah jawab harapan, dampak psikologi keluarga korban. Permintaan maaf tidak bisa menemukan jenazah korban," kata Sodik kepada VIVA, Rabu, 10 Oktober 2018.
Sodik menyebut harus ada solusi adil bagi keluarga korban. Contohnya seperti memberikan kompensasi. Berikutnya, ia menyinggung terpenting ke depan proses tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan bisa dioptimalkan pemerintah.
"Kelemahan kinerja masa tanggap darurat harus dijawab dengan proses kinerja rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih fokus," ujar politikus Gerindra tersebut.
Relawan yang membantu penanganan pasca gempa dan tsunami di Sulteng pun ikut bersuara. Koordinator relawan FPI-Hilmi, Sugianto mengatakan proses penghentian evakuasi sudah relevan karena sudah dua pekan.
Baca: BNPB Ungkap Kesulitan Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Palu
Menurutnya, bila evakuasi dipaksakan diperpanjang maka akan sulit mengingat beberapa area memang sulit. Ia menyebut wilayah yang tertelan endapan lumpur keras seperti Petobo dan Balaroa sudah sulit untuk mengevakuasi korban.
"Pertama itu kemungkinan tertimbun materian bangunan belum lagi endapan lumpur yang keras. Jenazah sulit diidentifikasi. Jadi, relavan kalau evakuasi mau disetop," tutur Sugianto saat dihubungi VIVA, Rabu, 10 Oktober 2018.
![]()
Sugianto menekankan saat ini yang terpenting adalah bantuan kemanusiaan dan dorongan moril kepada korban bencana Sulteng. Menurutnya, selama dua pekan tanggap darurat, masih terdapat titik wilayah pelosok yang belum tersentuh bantuan.