Aksi Google Selamatkan Data Pengguna dari Label Tak Aman

Ilustrasi Google.
Sumber :
  • Pixabay/FirmBee

Sebelumnya, Chrome 69 juga sudah dapat melakukan itu. Laman web dengan format HTTPS akan ditandai kunci bila mereka dipercaya. Bedanya, tanda peringatan dan kata 'tidak aman' pada Chrome 70 akan ditampilkan dalam warna merah.

img_title Google Siapkan Update Android Auto Terbesar Sepanjang Sejarah

"Kami berharap, perubahan ini terus membuka jalan untuk web yang mudah digunakan dengan aman, secara default," demikian keterangan dari sumber internal Google.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Pengguna Gmail Baru Menangis! Google Sunat Ruang Penyimpanan Gratis Jadi 5GB

Sensor sidik jari

Menurut Ubergizmo, Google Chrome bukan satu-satunya peramban yang tersedia di pasar saat ini. Tetapi, karena banyak orang yang menggunakannya, maka perubahan fitur yang dilakukan Google akan memengaruhi cara situs web dibuat atau dikembangkan.

img_title Indonesia Tekor Rp9,6 Triliun! Ini 5 Modus Licik Penipuan Online Paling Banyak Memakan Korban

Misalkan, bagaimana Google mulai menandai situs web yang menggunakan protokol HTTP sebagai 'tidak aman' yang membuat situs web mulai memodifikasi alamat mereka agar tidak dideteksi sebagai 'tidak aman' oleh Google.

Chrome 70 sebenarnya juga bukan 'barang baru'. Karena, telah tersedia dalam versi beta sejak September 2018, untuk berbagai platform, mulai dari komputer Windows, MacOS, Linux, Chrome OS, hingga di perangkat Android.

Fitur unggulan tersebut adalah sistem keamanan sidik jari (fingerprint) demi keamanan privasi pengguna. Dukungan sensor sidik jari ini berguna di situs web yang menerapkan API (application program interface), sehingga Touch ID dapat digunakan untuk otentikasi dua faktor.

Selain itu, pihak Google juga akan menambahkan kemampuan identifikasi wajah, teks dan gambar di situs web. Chrome 70 versi Beta juga tak menyertakan nomor build Android dan iOS saat mengidentifikasi pengguna. Dengan begitu, privasi dan data pribadi pengguna bisa lebih terjaga dan aman dari ancaman pihak luar.

Sebelum Chrome 70, pada 2016, Google telah memperluas kemampuan perlindungan melalui fitur ToolSafe Browsing yang akan membantu pengguna Chrome dalam mengidentifikasi konten dan iklan samaran yang disisipkan di halaman situs tertentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi ini, nantinya bekerja dengan cara memberikan peringatan kepada pengguna apabila situs yang dikunjunginya memuat iklan samaran.

Toolsafe juga mampu memberikan peringatan yang sama untuk situs yang mengandung malware atau menerapkan trik licik dengan cara memasang aplikasi atau plugin ke browser pengguna. Fitur ini adalah bagian dari pengembangan fitur Safe Browsing agar pengguna internet, khususnya Chrome, lebih terlindungi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut