Misteri Teror Peluru ke DPR
- ANTARA Foto/Reno Esnir
"Ini kan takut bisa saja diduga dimanfaatkan orang tertentu untuk meneror anggota DPR. Disebut peluru nyasar, padahal bisa juga belum tentu. Nah, pertanyaannya itu peluru nyasar disengaja atau enggak?" jelas Nasir.
Dorongan agar lapangan tembak Perbakin direlokasi ke tempat yang ideal disuarakan dari luar DPR. Guru Besar Sosiolog Universitas Brawijaya, Darsono mengatakan bila benar peluru nyasar karena latihan menembak maka rasional lapangan Perbakin dipindahkan.
"Kalau dari sosiologi, kita sebagai manusia ingin hidup ketenangan, kedamaian, tanpa gangguan di mana pun berada termasuk bekerja. Anggota DPR rasional minta dipindahkan lapangan itu karena ancam nyawa kan," kata Darsono kepada VIVA, Rabu, 17 Oktober 2018.
Darsono melihat kasus ini sudah jadi konsumsi publik dan membuat heboh. Pihak terkait seperti aparat serta pemerintah harus segera merespons agar menemukan solusi. Hal ini penting agar tak melebar dan dikaitkan dengan isu tertentu.
"Ya semuanya harus bijak dan mau berembuk. Polisi harus bisa koordinasi, terbuka, dan transparan ungkap kasus ini. Jangan diopinikan jadi misteri," tutur Darsono.
Tidak Masuk Akal
![]()
Elite wakil rakyat pun bereaksi keras dengan dugaan teori peluru nyasar. Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin menolak teori peluru nyasar yang disampaikan pihak kepolisian. Bagi dia, peluru nyasar tak masuk akal. Kecurigaannya peluru nyasar ini karena dugaan motif teror.
"Hemat saya tidak masuk akal. Yang sangat mungkin penembakan dengan kesadaran dan kesengajaan penuh. Entah itu karena iseng-iseng atau ada motif tertentu," jelas Didi dalam pesan singkatnya, Rabu, 17 Oktober 2018.
Dijelaskan Didi, merujuk lima ruangan yang ditembus peluru tidak bisa diterima secara rasional. Jarak antara gedung DPR dengan Lapangan Perbakin, Senayan kurang lebih 400 meter.
"Nyasarnya ke atas gedung tinggi pula, nyasar ke 5 ruangan. Patut kita curiga memang tembakan itu dengan sengaja dan penuh kesadaran telah diarahkan dan dibidik," tutur Didi.
Baca: Wenny Warouw Pertanyakan Kenapa PNS Latihan Menembak pada Jam Kerja
Dia mengibaratkan bila benar nyasar saat latihan menembak maka tak masuk akal sampai 400 meter. Menurutnya, jika peluru nyasar maka paling hanya beberapa meter. "Sebab 10 meter nyasar dari titik bidikan saja tentu sudah kejauhan, apalagi 400 meter. Sekali lagi masuk akalkah nyasar 400 meter ke banyak tempat atau ruangan?" sebut Didi.