Di Balik Kematian Tragis Jurnalis Khashoggi
- Aljazeera
"Ahli anatomi Saudi, Al-Tubaigy, mulai mengurus tubuh Khashoggi sebelum timnya mengemas potongan tubuh korban. Mereka memotong-motong tubuh Khashoggi segera setelah terbunuh,” kata sumber itu, seperti dikutip Middle East Monitor.
Al-Tubaigy adalah salah satu dari tim yang disangka telah membunuh Khashoggi pada 2 Oktober. Surat kabar Turki, Daily Sabah, juga menerbitkan gambar CCTV yang menunjukkan Maher Mutreb, teman dekat dan pengawal pangeran Saudi Mohammad bin Salman, yang diyakini menjadi pemimpin tim eksekusi itu.
Salah satu gambar menunjukkan Mutreb memasuki kantor Konsulat sebelum anggota lain dari tim, tepat pukul 9.55 pada 2 Oktober, hanya beberapa jam sebelum Khashoggi masuk.
Amerika dan Uang 100 Juta Dolar
Amerika Serikat sempat menolak klaim Turki bahwa justru Arab Saudi yang menjadi dalang di balik pembunuhan Khashoggi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, meski Turki menyatakan memiliki bukti, tudingan itu masih sangat prematur.
Trump bahkan membandingkan dugaan pembunuhan Khashoggi, kolumnis Washington Post, dengan kasus tuduhan kekerasan seksual yang disebut dilakukan jaksa agung Amerika pilihannya, Brett Kavanaugh. Namun akhirnya Kavanaugh memenangkan voting dan melaju menjadi jaksa agung.
Namun sikap Amerika Serikat berubah, beberapa saat setelah Turki mengumumkan klaimnya tentang tersangka pembunuh Khashoggi. New York Times melaporkan bahwa Amerika menerima pembayaran sebesar 100 juta dolar Amerika Serikat atau Rp1,5 triliun dari Arab Saudi, pada hari yang sama saat Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, tiba di Riyadh untuk membahas hilangnya jurnalis Khashoggi.
Arab Saudi memang secara terbuka menjanjikan pembayaran untuk mendukung upaya stabilisasi Amerika di Suriah pada Agustus lalu. Namun, menurut New York Times, waktu transfer menimbulkan pertanyaan tentang upaya Riyadh untuk memukul balik tuduhan bahwa agen Saudi yang bertanggung jawab atas hilangnya Khashoggi.
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat membantah ada hubungan antara pembayaran Saudi dengan pembicaraan Pompeo kepada pejabat Saudi tentang Khashoggi. "Pembayaran dana telah lama berjalan dan tidak ada hubungannya dengan acara lain atau kunjungan Menlu Pompeo," kata Brett McGurk, utusan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk Koalisi Anti-Islam.