Menguji Markas Perang Pemilu Facebook

Election Security War Room Facebook.
Sumber :
  • News Room Facebook

Sementara itu, karyawan lainnya menggunakan Crowd Tangle, layanan yang diakuisisi Facebook untuk memantau konten viral di platform media sosial lainnya. Langkah ini untuk mendeteksi artikel yang tren di Facebook, Instagram, Twitter, dan Reddit. 

img_title Meta Indonesia Ungkap AI bikin Iklan Makin Nempel, Pengguna Facebook dan Instagram Naik Tajam

Sebanyak 24 karyawan yang bekerja di war room ini merupakan perwakilan dari 20 ribu karyawan Facebook secara global. Tim ini mewakili prinsip keberagaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim war room ini juga terdiri atas karyawan lintas divisi di Facebook mulai dari divisi data scientist, divisi teknisi, divisi riset, divisi humas, divisi kebijakan sampai perwakilan dari Instagram dan WhatsApp juga nongkrong di war room.

img_title Viral! Helm Dicuri Muncul di Marketplace, Korban Kaget Pelaku Pakai Seragam Dishub saat COD

Sistem Kerja

Soal ritme kerja, jika ada tim yang menemukan masalah atau konten negatif dan ofensif, mereka akan mengajukannya ke spesialis terkait konten tersebut. Selanjutnya, spesialis konten yang terkait ini akan mengarahkan penanganannya ke divisi pengambil keputusan konten. 

img_title Modus Baru Penipuan di Jakarta Barat: 2 Polisi Gadungan Tipu Jual Beli Motor via Facebook

Untuk penanganan konten yang mengganggu pemilu, Facebook juga melibatkan pihak luar. Facebook memberi akses kepada jaksa negara bagian dan pejabat terpilih lainnya ke war room tersebut.

Harapannya, pihak luar itu bisa dengan cepat melaporkan upaya mencegah pemilih menyuarakan suaranya dan kegiatan mencurigakan lainnya. 

Election War Room Facebook

Dalam mendeteksi konten yang membahayakan pemilu, Chakrabarti mengatakan, Facebook memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan yang dikembangkan perusahaan. 

"Kedua teknologi kami itu sekarang bisa memblokir atau menonaktifkan akun palsu secara lebih efektif," katanya.   

Facebook menegaskan, mereka belum menjamin akan memperluas praktik war room untuk memantau pemilu negara lainnya. Namun, menyadari tiap tahun ada pemilu di berbagai negara di dunia, maka media sosial besutan Mark Zuckerberg itu berencana mengaktifkan war room di masa depan. 

Salah satu 'uji coba' pemantauan markas perang Facebook ini adalah pemilu jeda Amerika Serikat dan pilpres di Brasil. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Facebook mengklaim, markas perang mereka bekerja dengan baik. Dalam Pilpres Brasil pada awal Oktober lalu, tim markas perang Facebook itu dengan cepat mendeteksi isu pilpres akan mundur sehari dari jadwal. 

Tim war room Facebook itu dengan cepat bisa menghapus postingan menyesatkan itu kurang dari sejam setelah beredar. Dalam dua jam, tim Facebook itu menghapus versi lain dari postingan hoax tersebut. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut