Lawan Hoax Bencana!

Direktur Utama Edward Sirait (kiri) dan Pendiri Lion Air, Rusdi Kirana (tengah), saat meninjau puing pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin pagi, 29 Oktober 2018.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Adapun situs cekfakta.com yang bekerja sama dengan 22 media online, turnbackhoax.id yang diolah oleh Mafindo, dan salah satu aplikasi yang bisa diunduh di Google Play Store, Hoax Buster Tools (HBT). Melalui aplikasi itu masyarakat dapat memaksimalkan fungsi pencarian.

img_title BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Wajib Waspada Modus Penipuan

"Upaya pencegahan tersebarnya berita hoax bisa dilakukan asalkan masyarakat mau belajar. Kalaupun belum bisa mengidentifikasi, mereka bisa melihat hasil orang yang sudah melakukan klarifikasi. Fokusnya adalah untuk meluruskan informasi yang salah," ungkap Septiaji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kesempatan terpisah, inisiator pengembangan aplikasi Turn Back Hoax, Khairul Anshar mengatakan, faktanya penyebar hoax terbagi dalam beberapa kategori, di mana sebagian besar dari mereka adalah orang awam yang tidak memiliki motivasi negatif.

img_title Polres Tangsel Diserang Hoax Saat Gencar Berantas Narkoba

Sementara itu, aplikasi perpesanan instan seperti WhatsApp menjadi salah satu media penyebaran informasi yang masih abu-abu, sehingga masyarakat tidak tahu informasi tersebut valid atau hoax.

"Mereka tidak memiliki maksud apa-apa. Hanya mengajak orang lain untuk bertawakal dan lebih berhati-hati," ujar Khairul, yang juga menjabat sebagai senior Software Engineer Saltmine Pte Ltd, kepada VIVA.

img_title Meutya Hafid Ungkap Fakta Mengejutkan soal Ruang Digital Indonesia

Menjatuhkan pemerintah

Penyebaran foto dan video hoax terkait musibah pesawat Lion Air JT 610 salah satu faktornya adalah terkait ekonomi. Misalnya, penyebar mempunyai motivasi agar masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam memilih maskapai penerbangan.

"Ada juga yang mempunyai motivasi untuk menjelek-jelekkan nama perusahaan. Misalnya lagi, dalam menyebarkan foto atau video yang diiringi dengan deskripsi yang begitu panjang. Biasanya lebih dari dua paragraf," katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa ada pula kelompok yang menyerang pemerintah, contohnya melalui regulasi. Mereka mempertanyakan izin terbang pesawat. Menurut Khairul kelompok tersebut menggunakan berbagai macam momen untuk menjatuhkan pemerintah, sekalipun hal tersebut adalah bencana alam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena persebaran hoax di WhatsApp semakin meningkat, maka Khairul menyarankan pihak terkait untuk meminta WhatsApp membuat fitur mute foto dan video untuk grup WhatsApp. Nantinya, admin grup bisa mengaktifkan fitur tersebut apabila sedang ada momen atau peristiwa. Salah satunya kecelakaan Lion Air JT 610.

"Yang mau melakukan identifikasi hoax atau fakta jumlahnya sedikit. Terkadang yang sudah tahu malah tidak mau bicara kebenaran. Mau tidak mau, kita harus memperkecil, meminimalisir, sampai menghentikan penyebaran hoax dengan meminta WhatsApp membuat fitur tersebut," papar Khairul.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut