Buntut Panjang Bakar Bendera

Pengunjuk rasa mengikuti Aksi Bela Tauhid di depan Gedung Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Henri Silaban

Wiranto mengingatkan, pelaku pembakaran juga sudah menyampaikan permohohonan maaf. Organisasi induknya yakni GP Ansor juga sudah meminta maaf dan menyesalkan ada aksi pembakaran. Jadi menurut Wiranto, semua sudah selesai.

img_title GP Ansor Desak Menlu Tuntut Klarifikasi dan Maaf Dubes Saudi

"Sehingga ini semangat tabayun sudah ada, semangat untuk mencari kebenaran sudah jalan. Semangat ukhuwah Islamiah, wathaniyah kan sudah jalan. Makanya kalau ada demonstrasi, saya juga belum tahu demonstrasi tuntutannya apa," tutur purnawirawan TNI jenderal bintang empat itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto

img_title Ada Syiar Kekhalifahan Islam Dunia, Area Monas Ditutup

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan, kasus pembakaran bendera yang diklaim sebagai tujuan gerakan demonstrasi hari ini telah selesai dan tak perlu diperpanjang lagi. Polri sudah memproses hukum terhadap pembawa dan pembakar bendera.

“Saya ulangi lagi, bahwa semua sudah clear (selesai), NU dan Muhamaddiyah sudah bikin rilis, juga sudah islah. Tuntutan penegakan hukum sudah dilakukan. Dua-duanya diproses," kata Setyo di Mabes Polri.

img_title Soal Bendera Tauhid, Said Aqil: Polisi Diam Saja

Setyo menekankan, kasus pembakaran bendera di Garut sudah diproses hukum. “Menurut saya tidak ada ini lagi, kecuali mereka punya agenda lain, ya. Memang punya agenda lain yang mau dimainkan, nanti kami lihat.”

Bukan dari HTI

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menolak tudingan organisasi itu terkait dengan Aksi Bela Tauhid yang kedua kalinya berlangsung hari ini. Menurut Ismail, justru ada upaya untuk menyudutkan HTI, yang sudah dicabut izinnya oleh pemerintah, namun masih dalam proses hukum kasasi di Mahkamah Agung (MA).

"Sudah ada usaha untuk mengaitkan dengan HTI, ‘Ini disebut bukan aksi bela tauhid tapi aksi bendera HTI,’" kata Ismail di kantor pengacara Yusril Ihza Mahendra di kawasan Cassablanca Jakarta, Jumat 2 November 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ismail bahkan mengungkapkan upaya itu nampak jelas dengan beredarnya berbagai foto spanduk dan baliho di media sosial, yang seolah-olah HTI berada di belakang aksi bela tauhid hari ini. 

"Bahkan saya kira sudah Anda terima itu foto-foto sejumlah spanduk yang dipasang di tempat yang mengatakan ini aksi HTI. Kami tegaskan bahwa itu tidak benar, yang mengorganisasi aksi ini GNPF Ulama, kemudian PA 212," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut