Bola Panas Rizieq Shihab
VIVA – Lima hari setelah Imam Besar FPI Rizieq Shihab diperiksa polisi di Mekah, Arab Saudi, tudingan soal adanya operasi intelijen terus digaungkan. Pengacara Rizieq menyatakan, mereka menganalisis aksi intelijen yang menempelkan sejenis bendera dan disebut belakangan adalah poster berlogo tauhid di dinding belakang kediaman Rizieq. Pentolan ormas FPI itu merasa “dikerjai”.
Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Eggi Sudjana meyakini bahwa kasus penempelan bendera tauhid yang terjadi di belakang rumah Rizieq di Saudi adalah operasi intelijen. Menurut Eggi, operasi ini sengaja diciptakan agar pemerintah dan otoritas Saudi Arabia segera mendeportasi Rizieq Shihab dari negara tersebut.
"Saya yakini ini adalah bagian dari operasi intelijen yang memang menginginkan Habib merasa tidak nyaman di sana," kata Eggi Sudjana usai menghadiri sebuah diskusi di D Hotel, Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu 11 November 2018.
Dia mengatakan, ada sejumlah hal yang terjadi di Tanah Air yang bisa menjadi kecurigaan awal termasuk kata dia munculnya semacam kalimat tantangan dari lawan politik soal berani tidaknya Rizieq mengibarkan bendera Tauhid di Arab Saudi. Hal itu memang pernah dicuitkan Politikus Guntur Romli tak lama setelah pro-kontra perihal pembakaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat yang menjadi polemik dan berujung pada aksi-aksi bela Tauhid.
"Kalau kami cermati sebelum kejadian, ini baru analisa saya ya, sebelum kejadian Guntur Romli (Politikus PSI) nantang Habib agar mengibarkan bendera tauhid di Saudi. Itu saya ingat betul kurang lebih seminggu sebelum kejadian, terus kejadian. Nah menurut teori kontraintelijen kalau kami mau kontra terhadap itu, ini udah bagian operasi intelijen yang sudah disepakati," kata Eggi Sudjana.
Tak hanya menuding adanya operasi intelijen dalam kasus itu, Eggi sebagaimana kata dia disebutkan kliennya juga tak merasa mendapatkan pendampingan yang membuat Rizieq akhirnya bisa meninggalkan kantor Polisi Mekah. Eggi menuding pemerintah hanya melakukan pencitraan saat pihak Kemlu RI disebut memberikan perlindungan kepada Rizieq.
"Menurut Habib, ternyata tidak ada tuh pendamping dari kedutaan kita untuk Habib di sana. Jadi rekayasa semua itu. Makanya Habib bilang Jokowi jangan pencitraan mulu," kata dia.