Menanti Si Kembar 'Pembunuh' Xpander
- VIVA/Pius Mali
Alasannya sederhana, ADM tidak memilih matik model continuously variable transmission atau CVT, karena harganya mahal dan kurang cocok diterapkan di mobil berpenggerak roda belakang. Hal itu, juga diakui oleh Dealer Technical Support TAM, Didi Ahadi.
![]()
“Menurut saya, untuk kelas MPV, torsi masih jadi prioritas ketimbang kecepatan. Dan CVT lebih cocok untuk penggerak roda depan,” jelas Didi.
Beberapa waktu lalu, Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra mengungkapkan, apa saja yang bakal dipertahankan, jika perusahaannya akan membuat Xenia baru.
“Xenia terkenal irit, kuat untuk tanjakan. Dan, meski jalan berlubang, stabilitasnya masih ada. Selain itu, juga masih berpenggerak roda belakang dan tetap nyaman untuk digunakan oleh tujuh penumpang,” ungkap wanita yang akrab disapa Amel tersebut.
Menghadapai kehadiran Avanza-Xenia baru, Mitsubishi tidak perlu terlalu khawatir. Sebab, aliansi mereka dengan Nissan membuat peta persaingan semakin meriah di kelas low MPV. Rencananya, Nissan digadang-gadang akan menghadirkan Xpander versi mereka di 2019.
![]()
Selain itu, ada beberapa lagi model mobil yang juga siap untuk diluncurkan di Tahun Babi Tanah. Seperti sport utility vehicle dari pendatang baru asal China, yakni Wuling dan DFSK.
Wuling disebut-sebut akan menghadirkan SUV pertama mereka di Tanah Air, sedangkan DFSK bakal memajang mobil baru dengan harga terjangkau. Posisinya akan ditempatkan di bawah Glory 580, tetapi tetap mempertahankan kapasitas tujuh penumpang.
“Akan kami luncurkan semester pertama tahun depan. Detail informasinya akan kami informasikan kemudian hari,” ungkap Managing Director PT Sokonindo Automobile, Franz Wang. (asp)