Gaduh Bocornya Data Pribadi Pengguna Google

Kantor pusat Google.
Sumber :
  • TripSavvy

"Booming startup di Indonesia seperti sekarang harus menjadikan keamanan pada web, aplikasi, dan jaringan pendukung sebagai prioritas," kata Pratama.

img_title Google Tidak Berkutik di Rusia

Dua raksasa perusahaan media sosial Facebook dan Google yang terkena imbas ini diharapkan menjadi catatan penting, lantaran masih bisa kecolongan soal keamanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Raksasa teknologi saja masih kecolongan. Artinya, isu keamanan siber dan pencegahan sedini mungkin akan celah keamanan harus terus digaungkan," tutur dia. Kendati demikian, tidak hanya masalah keamanan saja yang memicu Google menutup Google Plus.

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

Ingin Saingi Facebook

img_title Google Pixel 11 Pro XL vs iPhone 18 Pro Max, Mana yang Lebih Layak Dibeli Akhir Tahun Ini?

Dalam posting blog resmi Google, mereka sadar bahwa layanan jejaring sosial tersebut tak memenuhi ekspektasi pengguna. Google mengakui bahwa tingkat penggunaan dan ikatan (engagement) pengguna Google Plus sangat rendah.

“Sebanyak 90 persen pengguna Google+ membuka akun mereka kurang dari lima detik," demikian menurut keterangan Google. Ke depan, Google bakal fokus meningkatkan keamanan pada layanan-layanannya melalui program audit yang dinamai “Project Strobe”.

Program inilah yang pertama kali membuat Google sadar ada bug di jejaring sosialnya. Project Strobe secara umum bakal mengkaji akses para pengembang aplikasi atau pihak ketiga ke data-data Google dan perangkat Android.

Niat Google merilis Google Plus adalah untuk menjadi pesaing berat Facebook yang telah mendominasi bisnis media sosial. Awalnya, Google Plus hanya tersedia untuk sekelompok pengguna Google tertentu.

Mereka kemudian bisa mengajak teman bergabung dalam jaringan dan memungkinkan mereka berbagi serta berkomentar terkait status, foto, dan lain sebagainya seperti Facebook.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, kehadiran Google Plus bisa dikatakan terlambat. Karena, Facebook dan Twitter, yang menjadi kompetitornya, telah mendominasi pasar media sosial dan memiliki pengguna dalam jumlah yang cukup besar.

Akan tetapi, Google Plus masih punya keunggulan di mana platform mereka terintegrasi dengan produk Google lain, seperti Gmail, Google Drive, Google Play, dan tidak mengharuskan pengguna bikin akun baru lagi. (umi)

Natalie Harp dan Presiden AS Donald Trump.

Apple dan Google Tunduk sama Donald Trump, Ganti nama Danau Ontario jadi Amerika

Apple dan Google telah mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika di aplikasi layanan peta mereka, setelah perintah dari Presiden AS Donald Trump.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut