Pesan Natal: Bijak Sikapi Perbedaan, Saling Membantu dan Mendoakan

Misa Natal Gereja Katedral Jakarta
Sumber :
  • ANTARA Foto/Wahyu Putro

Menag menambahkan, merayakan Natal bukan hanya dengan nyanyian dan pujian semata. Lebih dari itu, Natal perlu diterjemahkan dalam upaya konkret untuk memahami hakikat keragaman, menyadari luhurnya martabat kemanusiaan, dan pentingnya membangun peradaban. 

img_title 8 Fakta Paus Leo XIV, Misionaris Sejati yang Dikagumi Paus Fransiskus

Sementara, Uskup Agung Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo mengingatkan pesan agung Yesus tentang manusia dalam khotbah Misa II Natal 2018 di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa, 25 Desember 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misa Natal Gereja Katedral Jakarta

img_title Dikenal Moderat, Ternyata Begini Sikap Paus Leo XIV Terhadap LGBTQ

Ignatius menjelaskan, khidmat yang paling terlihat dari Yesus adalah ketika menjadi manusia sehingga keyakinan bahwa manusia adalah pribadi yang mulia yang hidupnya sejak awal sampai akhir juga dihormati. Begitu pula martabatnya harus dijunjung tinggi dan hak serta kewajibannya harus dihormati.

Ia mengkritik kecenderungan manusia yang lebih mementingkan eksistensi dibanding kebenaran. Menurut dia di era post-truth atau pasca-kebenaran, bukan lagi soal benar atau tidak, melainkan eksistensi. “Enggak penting lagi yang saya katakan benar apa salah; yang penting saya eksis,” katanya.

img_title Makna Mendalam di Balik Pemilihan Nama Paus Leo XIV

Akibatnya, pada zaman yang disebut pasca-kebenaran ini justru sebaran fitnah kian meluas. Sebab tidak penting lagi benar atau salah, melainkan eksistensi. Dia mencontohkan penyebaran fitnah di media sosial sehingga orang begitu mudah terhasut kebencian. Bahkan, katanya, "Kebencian disebar dengan rasa bangga.”

Karena itulah dia menawarkan premis baru pengganti teori Rene Descartes, yaitu “Saya beriman maka saya ada”. Premis itu bukan sekadar berpikir, apalagi berbelanja, melainkan pernyataan keberimanan sejati dan merawat persaudaraan. Perlu dipertanyakan kalau ada yang mengaku beriman tapi malah memicu perpecahan umat.

Persaudaraan, katanya, pasti akan mendorong untuk berbela rasa. Jika itu tidak ada, maka perlu dipertanyakan juga kemanusiaannya. "Semakin beriman, semakin bersaudara, semakin berbela rasa.” 

Makna Natal bagi Selebritas

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hari Raya Natal sering dijadikan momen bersyukur bagi umat Kristiani atas berkah, rezeki dan anugerah yang telah mereka terima setahun penuh. Di hari kelahiran Yesus Kristus, mereka juga berterima kasih atas kesehatan dan umur panjang yang diberikan sehingga bisa merayakan Natal bersama keluarga dan kerabat.

Hal itu pula yang dirasakan artis Melanie Ricardo. Ia sangat bersyukur tahun ini seluruh anggota keluarganya bisa merayakan Natal bersama. Ia juga menyampaikan bahwa Natal tahun ini sangat berbeda dari sebelumnya karena ia sekeluarga akan merayakan Natal di Australia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut