Siaga Anak Krakatau, Waspada Tsunami Lagi
- ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
"Penduduk Pulau Sebesi setiap hari bolak balik ke gunung karena khawatir akan datangnya tsunami susulan, dengan keterbatasan makanan dan minuman," ujarnya.
Sebelum dievakuasi, warga Pulau Sebesi sempat diberikan bahan makanan dan kebutuhan primer lainnya. Hal itu untuk menunjang kehidupan mereka yang pasokan makanannya terganggu saat tsunami Selat Sunda melanda.
Â
"Beberapa hari sebelumnya juga telah mengirimkan bantuan berupa sembako, susu, dan perlengkapan anak sehari-hari untuk para korban tsunami," ujarnya.Â
Kronologi Letusan
Berdasarkan data PVMBG, Gunung Anak Krakatau aktif kembali dan memasuki fase erupsi mulai Juli 2018. Erupsi selanjutnya  berupa letusan-letusan Strombolian yaitu letusan yang disertai lontaran lava pijar dan aliran lava pijar yang dominan mengarah ke tenggara. Erupsi yang berlangsung fluktuatif.
Pada 22 Desember lalu terjadi erupsi namun tercatat skala kecil, jika dibandingkan dengan erupsi periode September-Oktober 2018. Hasil analisis citra satelit diketahui lereng barat daya longsor (flank collapse) dan longsoran masuk ke laut. Inilah kemungkinan yang memicu terjadinya tsunami.
Kemudian saat itu pula, diamati adanya letusan tipe Surtseyan yaitu aliran lava atau magma yang keluar kontak langsung dengan air laut. Hal ini berarti debit volume magma yang dikeluarkan meningkat dan lubang kawah membesar. Kemungkinan terdapat lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air laut. Sejak itulah letusan  berlangsung tanpa jeda. Gelegar suara letusan terdengar beberapa kali per menit.
![]()
Saat ini aktivitas letusan masih berlangsung secara menerus, yaitu berupa letusan Strombolian disertai lontaran lava pijar dan awan panas. Pada 26 Desember kemarin, terpantau letusan berupa awan panas dan Surtseyan. Awan panas ini yang mengakibatkan adanya hujan abu. Dominan angin mengarah ke barat daya sehingga abu vulkanik menyebar ke barat daya ke laut.
Adanya beberapa lapisan angin pada ketinggian tertentu mengarah ke timur menyebabkan hujan abu vulkanik tipis jatuh di Kota Cilegon dan sebagian Serang sejak kemarin sekitar pukul 17.15 WIB. Masyarakat pun diimbau agar mengantisipasi menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar saat hujan abu.