Menanti 'Pukulan Jab' Avanza Baru ke Xpander
- Istimewa
![]()
“Harga tidak naik. Tipenya ada E, G dan Veloz,” ungkap wiraniaga yang enggan dicantumkan namanya itu kepada VIVA.
Apa yang dilakukan TAM mirip dengan langkah MMKSI. Di awal 2018, agen pemegang merek Mitsubishi tersebut memberi subsidi Bea Balik Nama (BBN) kepada pembeli Xpander. Namun, hal itu hanya bertahan beberapa bulan.
Langkah MMKSI lain agar konsumen tertarik dengan Xpander, yakni menghadirkan beberapa varian baru di lini yang sudah ada. Satu tipe mendapatkan tambahan varian transmisi manual, sedangkan satu lagi matik.
Selain itu, MMKSI kini merambah pasar fleet. Tidak tanggung-tanggung, konsumen pertama mereka adalah maskapai pelat merah, Garuda Indonesia. Ditambah lagi, mereka harus mengirim ribuan unit per bulan ke luar negeri untuk pasar ekspor.
![]()
Kendala MMKSI saat ini adalah kapasitas produksi. Permintaan akan Xpander lebih banyak dari yang mereka bisa buat saat ini. Tak heran, konsumen harus rela antre hingga satu bulan lamanya untuk tipe tertentu.
Mereka sempat berencana mengimpor Pajero Sport dan menggunakan jalur produksinya untuk merakit Xpander. Namun, proses mendatangkan SUV gagah itu dari Thailand tidak mendapat persetujuan dari Kementerian Perindustrian.
“Mereka datang ke Kemenperin, bilang permintaan ekspor Xpander tinggi. Enggak hanya kebutuhan lokal, tapi juga ekspor. Tapi saya bilang, pakai saja fasilitas yang ada dulu,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Harjanto.
Artinya, jika pada 2019 Mitsubishi masih kesulitan memenuhi permintaan pasar, bukan tidak mungkin Xpander bakal kesusahan mengejar laju Avanza baru, yang jumlah produksinya hingga saat ini tidak mengalami kendala. (art)