Kontroversi Bagasi Pesawat Tak Gratis Lagi

Penumpang berjalan di samping pesawat Lion Air jenis Boeing 737-900 ER, registrasi PK-LGY dengan nomor penerbangan JT633 yang terparkir.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/David Muharmansyah

VIVA – Penerbangan Indonesia khususnya maskapai berbiaya rendah atau Low Cost Carrier kembali ramai beberapa hari terakhir. Hal itu lantaran tiga maskapai yaitu Lion Air, Wings Air dan Citilink memutuskan mentarifkan bagasinya.

img_title Menhub Belum Putuskan Impor KRL Bekas, KAI Targetkan Pengiriman Mulai Akhir 2026

Keputusan yang diambil tiga maskapai tersebut cukup meresahkan, sebab sangat mendadak disampaikan dan dinilai tak tepat dilakukan. Selain itu, langkah ini dikhawatirkan konsumen dapat mengerek biaya penerbangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI menilai kebijakan Lion Air sangat kontraproduktif dengan pelayanan yang diberikan. Seperti safety yang buruk, servis kabin dan juga masalah bagasi penumpang yang hilang.

img_title Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi mengungkapkan dengan ditarifkannya bagasi pada maskapai Low Cost Carrier (LCC) ini, maka konsumen diimbau menghitung ulang tarif karena bisa saja secara akumulasi lebih mahal daripada tarif pesawat maskapai lain yang free baggage,

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi

img_title Kemenhub Mulai Serahkan Pemenuhan Hak Para Korban KMP Virgo Transport 8 ke Ahli Waris

Ia pun menjelaskan, penerapan bagasi berbayar yang dilakukan oleh sejumlah maskapai adalah kenaikan tarif pesawat secara terselubung. Meskipun, secara regulasi, sistem bagasi berbayar itu diakui tidak melanggar aturan.

Tulus menengarai, sejumlah maskapai yang melakukan penerapan bagasi berbayar kali ini mulai mengalami biaya operasional yang tinggi, namun tidak berani menaikkan harga tiket pesawatnya.  

"Jadi, main-main dengan bagasi berbayar ini kayak kenaikan tarif secara terselubung. Ini saya kira, harus diwaspadai dengan Kemenhub, jangan sampai bagasi berbayar menjadi opsi dan formula terselubung oleh maskapai," kata Tulus ditemui di Universitas Bakrie, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019.

Tulus menambahkan, dengan sistem bagasi pesawat berbayar tersebut maka ke depan sistem ini akan meruntuhkan klaim dari tarif maskapai berbiaya rendah atau LCC di Indonesia.

Alasan Maskapai

Dalam pengumuman yang disampaikan oleh Lion Air dan Wings Air dijelaskan bahwa penerapan kebijakan bagasi berbayar akan berlaku pada 8 Januari 2019, namun aturan itu baru efektif dua minggu setelahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, ketentuan baru itu berlaku di seluruh penerbangan domestik Lion Air dan Wings Air.

Menurut dia, Lion Air tidak lagi memberikan fasilitas bagasi gratis seberat 20 kilogram per penumpang. Sementara, untuk seluruh penerbangan domestik Wings Air, tidak diberlakukan bagasi cuma-cuma 10 kilogram per penumpang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut