Demam Berdarah Hantui Kita

Petugas saat melakukan pengasapan (fogging) di Surabaya, Jatim untuk cegah DBD
Petugas saat melakukan pengasapan (fogging) di Surabaya, Jatim untuk cegah DBD
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

"Selain kebersihan lingkungan, upaya pencegahan lain yang efektif adalah menyemprot menggunakan obat serangga, menggunakan losion anti nyamuk, atau memakai kelambu. Tetapi, perlu diingat bahwa fogging hanya membasmi nyamuk dewasa sementara jentik nyamuk masih bisa tumbuh," ujarnya.

Walaupun bisa mengurangi populasi nyamuk dewasa, tapi upaya fogging terbatas karena fogging termasuk insektisida yang digunakan pada kadar tertentu atau tidak digunakan berlebihan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi, MPH, menyarankan masyarakat untuk kembali menerapkan program Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Menurutnya, hal itu cukup efektif dilakukan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, drg. Oscar Primadi

“Jumantik itu merupakan upaya gerakan yang sangat efektif. Setiap rumah itu ada satu juru pemantau jentik. Kemudian, satu rumah itu harus ada agent of change untuk mengubah perilaku, lalu terapkan gerakan Mengubur, Menguras, Menutup, dan Melipat baju-baju yang digantung (sarang nyamuk) atau 3M+,” kata Oscar lewat siaran pers yang diterima VIVA, Rabu 30 Januari 2019.

Selain bertugas memantau jentik nyamuk yang ada di sekeliling tempat tinggal, tugas Jumantik lainnya adalah melakukan 3M+, dan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas.

Oscar melanjutkan bahwa Jumantik juga bertindak sebagai agen perubahan dalam hal perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga ada pelopor untuk mencontohkan dan mengingatkan upaya-upaya pencegahan DBD.