Boeing Terjerat Insiden Maut
- Dokumentasi Kementerian Perhubungan.
Dua kecelakaan 737 Max 8 dalam kurun waktu kurang dari enam bulan terakhir ini, jelas bukan menjadi catatan yang baik bagi bisnis Boeing. Meski terus dibela oleh Federal Aviation Administration (FAA), atau otoritas penerbangan Amerika Serikat, masyarakat dunia menyoroti keamanan dari pesawat jenis ini.Â
Dilansir dari CNN, Selasa 12 Maret 2019, bisnis Boeing pun terhantam. Pada pembukaan perdagangan bursa saham AS, Senin waktu setempat, atau satu hari setelah insiden Ethopian Air terjadi, saham Boeing (BA) sempat anjlok 13,5 persen dalam waktu singkat.Â
Kinerja saham tersebut pun tercatat yang terburuk sejak 17 September 2001. Meski demikian, pembelaan FAA yang menyebutkan pesawat tersebut layak terbang, memberikan sentimen positif, yang membuat saham BA ditutup sedikit menguat menjadi merosot hanya sekitar 5 persen.Â
Tidak hanya itu, sejumlah negara menginstruksikan secara tegas untuk mendaratkan 737 Max yang digunakan maskapai yang beroperasi. Negara-negara tersebut antara lain, Indonesia, China, Singapura, Korea Selatan, Mongolia, dan Australia.Â
![]()
Bahkan, sejumlah maskapai pun menunda sementara penerimaan unit pesawat jenis itu yang sudah dipesan ke Boeing. Salah satunya maskapai Lion Air.
Baca juga: Daftar Negara dan Maskapai yang Akhirnya Kandangkan Boeing 737 Max 8Â
Menanggapi hal tersebut, Boeing dikutip VIVA dari keterangan resminya mengatakan, paling lambat pada April mendatang sudah memasang perangkat lunak kontrol penerbangan baru untuk seri 737 Max tersebut. Perangkat terbaru ini telah dikembangkan Boeing dengan FAA setelah insiden Lion Air JT 610.Â
Pembaruan ini termasuk pada kontrol penerbangan atau Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS), tampilan pilot, manual pengoperasian, dan pelatihan kru.Â
Kontrol penerbangan yang disempurnakan menggabungkan input angle of attack (AOA), yang membatasi perintah trim stabilizer sebagai respons terhadap sudut yang keliru dari pembacaan kondisi penerbangan, dan memberikan batasan pada perintah stabilizer untuk mempertahankan otoritas elevator.
"Kami telah bekerja dengan FAA dalam pengembangan peningkatan perangkat lunak ini. Penting untuk dicatat bahwa FAA tidak mengamanatkan tindakan lebih lanjut saat ini," tulis Boeing.Â
Tunggu jaminan Boeing
Sementara itu, perekam suara kokpit dan data penerbangan digital atau kotak hitam dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh pada Minggu, 10 Maret 2019 di Kenya telah ditemukan dari lokasi kecelakaan.Â