Berebut Klaim Keberhasilan Pembangunan MRT
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Tahun itu juga perjanjian pinjaman untuk tahap konstruksi diteken, termasuk studi kelayakan pembangunan MRT. Pada 26 April 2012, titik terang pembangunan muncul, Fauzi Bowo meresmikan pencanangan persiapan pembangunan MRT di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.
Namun, pembangunan proyek MRT baru resmi terealisasi ketika Jokowi menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Pada 10 Oktober 2013, pengerjaan resmi proyek ini mulai digarap dengan peletakan batu pertama di Stasiun MRT Dukuh Atas. Pembangunan MRT berlangsung selama 5 tahun hingga akhirnya MRT resmi beroperasi pada 24 Maret 2019.
Setelah 34 tahun, akhirnya penantian panjang masyarakat Indonesia memiliki moda transportasi massa modern seperti negara-negara maju terwujud. "Negara sebesar Indonesia ini masa baru punya MRT sekarang. Itu pun, putusan politiknya kami putuskan saat saya jadi gubernur saat itu dengan Pak Ahok," ujar Jokowi.
Terlambat
![]()
Meski kini Jakarta telah memiliki MRT, harus diakui Indonesia sangat terlambat membangun MRT dibanding negara-negara tetangga. Filipina telah mengoperasikan kereta ringan cepat atau LRT Metro Manila sejak 1984, Singapura sudah memiliki MRT sejak 1987, Malaysia memiliki kereta cepat pada 1996, dan BTS Skytrain Thailand beroperasi sejak 1999.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengakui, Indonesia terlambat membangun MRT. Menurutnya seharusnya MRT sudah dibangun pada tahun 1990-an. "Kita terlambat membangunnya. mestinya kita bangun, sebenarnya awalnya tahun 1990-an. Jadi kita apresiasi bahwa ini dibangun sekarang," katanya.
JK mengatakan, ke depan ibu kota membutuhkan minimal 200 kilometer jalur MRT supaya kehidupan warga ibu kota Jakarta terjamin dari sisi sistem transportasi. Saat ini pembangunan rute MRT Bundaran HI-Lebak Bulus baru sejauh 16 kilometer.
MRT akan resmi beroperasi komersial pada 1 April 2019. Saat ini masyarakat masih bisa menaiki MRT secara gratis hingga 31 Maret 2019 mulai pukul 05.30-22.30 WIB. Pemprov dan DPRD DKI Jakarta telah memutuskan tarif MRT sebesar Rp8.500 per 10 kilometer dan tarif LRT Velodrome-Kelapa Gading.
"Nominal (tarif MRT) Rp8.500. LRT Jakarta Rp5.000," ujar Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
Pemprov DKI memaparkan nilai keekonomian perjalanan satu orang penumpang dari Lebak Bulus ke Bundaran HI adalah Rp31.659. Pemprov DKI lantas mengusulkan tarif konsumen sebesar Rp10.000. Dengan demikian, Pemprov DKI menanggung subsidi sebesar Rp21.659 per penumpang.