Menjajal Surga Belanja di Beijing

Wangfujing
Sumber :
  • Viva.co.id/Anisa W

Pembeli yang tidak bisa berbahasa China, tidak perlu khawatir bakal mengalami kesulitan berkomunikasi dengan pedagang, karena mayoritas penjual di Silk Street bisa bahasa Inggris. 

img_title Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel Dilaporkan ke Polda Metro, Korban Disebut Puluhan Orang

6. Ya Show

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pusat belanja lain yang tak kalah populer adalah Ya Show yang letaknya di daerah Sanlitun, suatu daerah yang berdekatan dengan tempat tinggal atau kantor sejumlah kedutaan besar atau korps diplomatik. 

img_title Tips Membawa Sambal di Pesawat agar Aman, Praktis, dan Tetap Estetik

Sama halnya dengan di Silk Street, di Ya Show gedungnya setiap lantai juga telah di tata untuk memudahkan wisatawan agar tidak perlu pusing mencari barang yang diinginkan. 

Para penjual di Ya Show, umumnya juga bisa berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang bisa bahasa Indonesia atau Melayu, karena memang lokasi itu merupakan tempat favorit belanja bagi wisatawan asal Indonesia dan Malaysia.

img_title Apa Itu Family-Centric Travel? Tren Perjalanan Baru yang Mempererat Kekeluargaan

Banyaknya tempat belanja sejenis yang bertebaran di Beijing, membuat wisatawan memiliki banyak pilihan banyaknya tempat belanja yang tumbuh di Beijing. 

Penting diperhatikan saat belanja di Beijing

Meski banyak pilihan berbelanja, namun yang sering menjadi kendala adalah bahasa. Para pedagang di China, memang rata-rata berbahasa Mandarin. Tetapi, banyak juga yang bisa berbahasa Inggris dan Indonesia. Jadi, tidak perlu takut belanja cuma karena kendala bahasa.

Kalkulator dan 'bahasa tarzan' adalah bahasa sah yang dapat digunakan, jika kita belanja di negeri yang tidak banyak bisa berbicara dalam bahasa Inggris.

Selain kalkulator, yang harus diwaspadai adalah beredarnya uang palsu. Pengalaman yang saya alami sendiri menukarkan Rupiah dengan Yuan di salah satu money changer di Jakarta Selatan, ternyata 'tidak laku', saat saya gunakan untuk berbelanja. Pemilik toko dengan bahasa lokal, dengan seadanya berusaha menjelaskan bahwa uang yang saya bawa palsu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, pastikan money changer yang Anda tukarkan tersebut, termasuk ke dalam Authorized Money Changer atau money changer berizin. Hal ini sangat penting, karena dapat mengurangi risiko pembohongan atau mendapatkan uang rusak bahkan palsu. 

Selain itu, jika Anda terlanjur mendapatkan uang palsu, sebaiknya langsung disimpan kembali, jangan coba-coba membelanjakannya lagi. Karena, biasanya pemilik toko yang mendapati uang palsu di China, langsung dengan spontan menyobeknya. Dengan menyimpannya, besar kemungkinan Anda bisa menukarnya kembali di Money Changer tempat Anda pertama kali menukarkannya. Seperti yang saya lakukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut