Hijrah Selebriti
- ANTARA FOTO/Moch Asim
Namun, dengan berat hati, pria 42 tahun itu mengurungkan niatnya dan memilih menunda keputusannya untuk menjadi mualaf. Deddy mengatakan bahwa kala itu, situasi politik Tanah Air sedang memanas. Mantan suami Kalina Ocktaranny itu takut keadaan mualafnya dapat menjadi boomerang dan justru menyeretnya ke dalam permainan politik.
“Kita tahu, pada saat kemarin Pilpres bagaimana panasnya dan bagaimana agama dimasukkan ke dalam nuansa politik. Itu yang saya hindari,” katanya.
Maka dari itu, Deddy memutuskan untuk mengucap dua kalimat syahadat ketika kondisi Indonesia dan sekitarnya menjadi lebih tenang, “Oleh karena itu, setelah politik sudah selesai, sudah adem dan tenang, baru saya yakin mengumumkan, baru saya yakin, saya mualaf dalam keadaan yang jauh lebih tenang,” ujarnya.
Kilas balik, Deddy sempat berbincang dengan guru spiritualnya, Gus Miftah soal keputusannya memeluk agama Islam. Presenter tersebut menanyakan terkait penampilannya. Deddy merasa, setelah menjadi seorang muslim, ia harus lebih memperhatikan pakaian yang dikenakan agar tidak melanggar syariat-syariat Islam.
“Saya ngobrol sama Gus, ‘Gus ketika saya berubah menjadi seorang muslim, bisa enggak kalau saya tidak mengubah apapun itu selain kepercayaan dan iman saya’. Terus saya nanya ‘Pakaian gimana nih Gus. Gue enggak punya pakaian muslim. Apa saya harus beli dulu’. Tapi kalau kata Gus Miftah tadi, ‘Elu mau pake apa aja terserah, yang penting nutup aurat’,” kata Deddy beberapa waktu lalu.
Mendengar jawaban Gus Miftah, kini Deddy masih berpenampilan seperti biasanya dengan pakaian serba hitam. Hal tersebut terlihat dari unggahan video serta foto yang ia bagikan lewat akun media sosialnya.
![]()
Keputusan Deddy untuk menjadi mualaf datang dari dirinya sendiri, tanpa ada paksaan dari siapapun. Beberapa waktu lalu, Deddy sempat menceritakan sebuah kejadian yang membuatnya menganggap Islam adalah agama yang indah. Pada bulan Ramadan, ia tersentuh melihat perilaku Gus Miftah yang membawakan makanan untuk Deddy. Padahal, kala itu Deddy masih non-muslim.
“Gus (Miftah) enggak ada kata-kata ‘Masuk Islam yuk’ enggak ada sama sekali. Orang pas lagi puasa aja kemarin, Gus datang ke rumah saya bawain saya makanan. Nah itu kan indah ya. Indah, sementara kalau kita lihat di maaf nih, misalnya warung yang buka dibredel. Ii seorang Kiai bisa datang bawa makanan bagi yang non Islam. Kan itu harusnya yang terjadi. Itu sih saya ngeliat sebenarnya indah selama pelakunya baik, sangat indah,” kata Deddy. (hd)