Teror Kematian di Balik Tren Lari Maraton

Lomba lari (ilustrasi).
Sumber :
  • istimewa

Ilustrasi Lomba maraton

img_title Dukung Hobi Anak Muda Lari Maraton, Raffi Ahmad: Ariel NOAH Aja Bisa

Bisa disimpulkan bahwa jarak kelima jenis maraton tersebut bukanlah diperuntukkan bagi orang awam. Apalagi ternyata penyelenggaraan lomba maraton tidak bisa sembarangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Jenderal Persatuan Seluruh Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Tigor Tanjung, mengatakan semua jenis lomba atletik harus melalui izin Federasi Atletik Internasional (IAF).

img_title Bahaya Heatstroke Mengintai Pelari, Ini Cara Jitu Meminimalisirnya

"Sekarang banyak lomba-lomba, tetapi kita kan cuma kenal lomba yang diakui oleh IAF. Ada lomba yang dapat supervisi dari PASI, dan ada yang tidak," tuturnya, saat dihubungi VIVAnews beberapa waktu lalu.

Menurut Tigor, pihaknya memang melakukan supervisi untuk beberapa ajang lomba lari. Namun, panitia pelaksana harus tunduk pada peraturan yang sudah ditetapkan oleh PASI dengan acuan regulasi IAF, sehingga kegiatan lomba maraton yang tidak sesuai bisa dipastikan sangat berisiko.

img_title dr. Tirta Bagikan Tips Menyeimbangkan Denyut Jantung dan Kecepatan Lari, Hindari Kolaps saat Maraton

Menyehatkan tapi juga berbahaya

Risiko soal lari maraton juga dibenarkan dr Michael Triangto, SpKO spesialis kedokteran olahraga dari RS Mitra Kemayoran dan Klinik Slim n Health Jakarta. Dari sudut pandang kedokteran dirinya menilai bahwa segala kegiatan olahraga pada dasarnya memiliki dampak positif untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun di sisi lain, lari maraton jika dilakukan dengan cara yang tidak tepat akan menimbulkan dampak negatif.

"Peningkatan minat masyarakat dalam berolahraga lari ini merupakan kabar baik, meningkatnya taraf kesehatan masyarakat, sehingga itu dapat mengurangi terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes melitus, hipertensi, kolesterol, darah tinggi dan penyakit," ujarnya kepada VIVA beberapa waktu lalu.

Ditambahkan oleh dr Michael, bahkan dalam catatan sejarah olahraga maraton yang berawal dari Pheidippides, seorang prajurit Yunani yang berlari sejauh 42.195 km ke Athena untuk memberitahukan kemenangan perang di Maraton yang berakhir dengan kematiannya. 

Ilustrasi lomba lari

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hal itu mengingatkan kita kalau berlari sejauh itu dapat berakibat fatal bila tidak memiliki kesiapan fisik yang prima," ujarnya.

Demikian juga halnya bila penggemar maraton yang hanya  mengikuti euforia tanpa pengetahuan tentang kesehatan olahraga yang benar, tambahnya. Dampak buruknya, dr Michael menjabarkan, tak hanya soal masalah ringan seperti cedera dan terkilir, namun juga bisa berakibat overused injury, dehidrasi, pingsan bahkan yang fatal hingga kematian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut