Siaga Darurat Kekeringan
- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Tak hanya sulit air, lahan sawah yang sudah ditanami padi dipastikan gagal total. Saat ini, tercatat 680 hektare dari 6.849 hektare lahan pertanian terancam gagal panen. “Sudah dipastikan gagal, kami sudah berkoordinasi untuk mencari sumber air dan bantuan ke pemerintah," kata Kepala Unit Pelayanan Teknis wilayah Jonggol, Dinas Pertanian Hortukultura dan Perkebunan, Kabupaten Bogor, Akmad.
Adapun se Jawa Barat, hingga 9 Juli 2019, terdapat 1.682 hektare lahan sawah di 12 kabupaten/kota mengalami puso atau gagal panen pada musim kemarau ini. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Hendi Jatnika menjelaskan, 12 daerah itu di antaranya Kabupaten Kuningan mencapai 654 hektare, Kabupaten Sukabumi 330 hektare, Kabupaten Garut 202 hektare, Cirebon 150 hektare, dan Cianjur 140 hektare.
Hujan Buatan
Untuk mengatasi kekeringan, Presiden Joko Widodo meminta BNPB mengadakan hujan buatan. Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan, instansinya pun telah mendapat permohonan dari para kepala daerah guna membuat hujan buatan.
![]()
Lantaran itu, BNPB perlu kerja sama dengan beberapa lembaga terkait seperti BMKG hingga Markas Besar TNI. "Daerah yang mungkin masih bisa dilaksanakan teknologi modifikasi cuaca. Ini juga tergantung dari keadaan awan, sehingga apabila awannya masih tersedia, sangat mungkin hujan buatan masih bisa dilakukan," ujar Doni di Kantor Presiden di Jakarta, Senin 15 Juli 2019.
Puncak musim kemarau atau curah hujan paling rendah diprediksi terjadi pada Agustus 2019. Doni mengungkapkan, pihaknya mendapat arahan dari Presiden untuk mencegah kebakaran hutan di beberapa wilayah. "Mencegah jauh lebih baik dibandingkan operasi pemadaman,” katanya.
Kekeringan dapat memicu spot api. "Penyebabnya disampaikan 99 persen, karena ulah manusia. Ini dibagi dua lagi, sengaja dan tidak sengaja," ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Dody Usodo.
Dia menambahkan, "Yang sengaja, ini mungkin cari jalan singkat untuk bersihkan lahan. Ini bisa merembet. Bisa juga yang klasik, karena puntung rokok. Yang tidak sengaja karena cuaca, pancaran sinar bisa jadi titik api."
![]()
Pada 2015, kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, diketahui tak hanya berdampak pada wilayah itu. Negara tetangga juga terkena imbas asap kebakaran tersebut.