Wajah Baru Parlemen Jakarta
- Twitter @aniesbaswedan
VIVA – Sebanyak 106 anggota DPRD DKI periode 2019-2024, sudah dilantik pada Senin 26 Agustus 2019. Para Wakil Rakyat dari 10 partai politik ini pun, mesti memulai kinerjanya dari kantor Kebon Sereh, untuk memenuhi janji selama kampanye di Pileg 2019.
Namun, di periode lima tahun ke depan, wajah parlemen Ibu Kota punya perbedaan. Sebab, 55,6 persen anggota DPRD saat ini, merupakan wajah baru. Komposisi parpol juga berubah dengan kehadiran pendatang baru, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sebagai wakil rakyat, DPRD mesti berkontribusi membantu solusi dari berbagai persoalan di DKI. Peran DPRD diperlukan untuk persoalan yang kompleks, mulai kemacetan, banjir, pembuangan sampah, sampai polusi.
Maka itu, sinergi dengan Pemprov DKI yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan, harus dijalankan DPRD.
"Sinergi dengan kritis yang kontruktif dan solutif. Karena, anggota DPRD digaji dari uang rakyat Jakarta. Jadi, bekerja untuk rakyat Jakarta," ujar pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada VIVAnews, Selasa 27 Agustus 2019.
Dia mengingatkan, agar masing-masing partai jangan hanya pencitraan sesaat, demi meraih simpati rakyat. Ia menyoroti hal ini, karena dalam lembaga wakil rakyat biasanya perbedaan sikap, justru akan memunculkan kepentingan politik yang saling bertabrakan.
![]()
Salah satu yang diharapkan Ujang adalah bisa menyelesaikan penentuan nama pengganti Sandiaga Uno sebagai Wagub DKI secepat-cepatnya. Ia menekankan hal ini, karena sebagian besar parlemen DKI diisi wajah-wajah baru. Sementara itu, penentuan Wagub DKI merupakan utang DPRD DKI periode 2014-2019.
"Posisi Wagub DKI ini penting untuk membantu Gubernur DKI, menjalankan program dan bisa bersinergi dengan DPRD DKI," kata Ujang.
Perpaduan kombinasi wajah baru dan lama dinilai akan menjadi tantangan DPRD DKI. Pengamat dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai, dengan keberadaan wajah baru di parlemen DKI, punya nilai plus dan minus.
"Plusnya punya semangat baru dalam memperjuangkan hak-hak rakyat DKI Jakarta. Minusnya, kurang pengalaman. Kombinasi wajah baru dan wajah lama harusnya menjadikan DPRD lebih baik," jelas Lucius kepada VIVAnews, Selasa 27 Agustus 2019.