Awal Mengecewakan Timnas Indonesia
- VIVAnews/Ali Wafa
Meski unggul 3-0, Thailand tidak mengendurkan serangan. Sementara itu, Indonesia semakin frustrasi dalam membangun serangan akibat disiplinnya pertahanan Thailand.
Dalam waktu yang tersisa, Indonesia tetap melancarkan serangan sporadis. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, Thailand sukses mengunci kemenangan 3-0 atas Indonesia.
Peluang Indonesia Kian Berat
![]()
Atas kekalahan ini, Indonesia berada di posisi paling buncit klasemen Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022, dengan raihan tanpa poin. Sedangkan Thailand, untuk sementara berada di puncak dengan koleksi empat poin.
Ini menjadi kekalahan kedua Indonesia di kualifikasi ini. Sebelumnya, Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia, pekan lalu. Di laga itu, Indonesia juga berstatus tuan rumah.
Indonesia pun berada dalam situasi sulit. Sebab, Indonesia gagal memanfaatkan status tuan rumah di dua laga pertama. Indonesia gagal meraih satu poin pun di dua laga ini.
Apalagi lawan terdekat yang akan dihadapi adalah unggulan di Grup G. Yaitu Uni Emirat Arab (UEA). Laga akan berlangsung di markas UEA pada 10 Oktober 2019 mendatang.
UEA sendiri berada di posisi dua klasemen sementara, usai menaklukkan Malaysia dengan skor 2-1, Selasa malam 10 September 2019. Disusul Malaysia, di posisi tiga dengan poin yang sama, tiga poin.
Sementara itu, posisi empat dihuni oleh Vietnam, yang membuat kejutan dengan menahan imbang Thailand tanpa gol di kandang pada 5 September 2019 lalu.
Seperti diketahui, untuk lolos ke babak ketiga kualifikasi, hanya akan diambil pemuncak klasemen akhir di fase ini. Sementara itu, hanya empat runnerup terbaik yang diambil dari delapan grup yang ada.
Desakan Simon McMenemy Mundur
![]()
Desakan agar Simon McMenemy melepas jabatannya bergema di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, saat Timnas Indonesia ditaklukkan Thailand 0-3.
Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, suporter yang hadir meneriakan 'Simon Out' berulang kali. Disinyalir mereka kecewa dengan penampilan Timnas Indonesia.Â
Menanggapi hal itu, Simon menegaskan, dia masih layak untuk menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Desakan untuk mundur, menurutnya, adalah hal yang wajar di dunia sepakbola. Apalagi, Indonesia yang memiliki penduduk 250 juta lebih, dan sangat haus akan prestasi timnasnya.