Mengenang Habibie

Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.
Sumber :
  • Dok. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/foc.

Catatan Habibie saat menjadi Presiden RI ketiga ialah otonomi Provinsi Timor Timur. Persoalan krusial ini mesti melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengeluarkan usulan agar Habibie mengadakan referendum.

img_title 5 Gunung Api Aktif Erupsi Berdekatan, Purbaya Pastikan Kondisi Ekonomi RI Tetap Aman

Dengan referendum ini mengantarkan Timor Timur akhirnya lepas dari pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jajak pendapat diselenggarakan 30 Agustus 1999 di bawah pengawasan United Nations Mission for East Timor (UNAMET) dengan diikuti penduduk Timor Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hasil yang diumumkan itu, diketahui 78,5% penduduk Timor Timur menyatakan menolak otonomi khusus yang ditawarkan Indonesia.

img_title FNF Asia: Demokrasi Dalam Tekanan, dari AS hingga Indonesia

Polemik Timor Timur itu menjadi alasan utama sidang MPR menolak laporan Habibie pada 20 Oktober 1999. Lepasnya Timor Timur dari NKRI dianggap menjadi tanggungjawab Habibie.

Meristek/ketua BPPT/Dirut IPTN, BJ. Habibie memberikan penjelasan.

img_title Hasto PDIP Ungkap Demokrasi RI Alami Kemunduran, Ini Alasannya

Meski ditolak laporan pertanggungjawaban oleh MPR, Habibie enggan ngotot maju lagi nyapres. Padahal, saat itu ia punya modal untuk maju kembali dengan dukungan Partai Golkar.

Pengamat politik senior Salim Said mengatakan Habibie sebagai tokoh belajar politik secara dadakan. Namun, sejak menjadi menteri di era Orde Baru, Habibie baru banyak belajar.

Menurut dia, berdasarkan cerita Habibie langsung, Presiden RI ke-2 Soeharto dijadikan sebagai contoh figur urusan politik.

"Ketika beliau pertama kali jadi menteri, beliau tidak banyak tahu politik. Tapi, karena terus menerus berada di pemerintahan, dia banyak belajar. Dia kan pernah bilang Soeharto adalah profesor dia. Bisa dikatakan beliau mengamati pak Harto," ujar Salim, Kamis, 12 September 2019.

Salim pun menyebut Habibie sebagai sosok penyelamat bangsa. Menggantikan Soeharto punya pekerjaan rumah besar karena kondisi negara sedang terpuruk dari ekonomi, sosial, sampai politik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyebut Habibie tak ingin melanggar konstitusi maka bersedia menggantikan Soeharto. Krisis ekonomi pun mesti dihadapi suami dari Hasri Ainun Besari itu.

"Negara kritis saat itu, tapi beliau dianggap berhasil mendongkrak ekonomi dari krisis 1998," tutur Salim.

Pertamina Patra Niaga.

Pertamina Patra Niaga Dorong Warga Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Guwosari

PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam mendorong prinsip keberlanjutan dalam sekitar daerah operasional perusahaan. Salah satunya di Guwosari, Bantul.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut